Anggaran Atlet PPU Rp5,7 Miliar Disesuaikan Kemampuan Fiskal, DPRD Akui Masih Banyak Keterbatasan
PPU, Metrokaltim.com – Keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan anggaran pembinaan dan kebutuhan atlet Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Wakil Ketua I DPRD PPU, Syahrudin M. Noor, menyebut alokasi anggaran sekitar Rp5,7 miliar merupakan bentuk dukungan yang disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah.
Syahrudin mengakui bahwa DPRD memahami berbagai kebutuhan atlet yang harus dipenuhi ketika mengikuti kompetisi. Namun, menurutnya, kemampuan daerah saat ini belum memungkinkan untuk memberikan dukungan anggaran yang lebih besar.
“Saya kira itulah kemampuan daerah. Itu sudah diupayakan. Kita sih maunya lebih besar, tapi kondisi keuangan kita,” ujarnya, Jumat (6/11/2026).
Ia mengatakan, DPRD sebenarnya menginginkan dukungan yang lebih optimal, termasuk pemberian bonus kepada atlet yang berhasil mengharumkan nama daerah. Namun, kondisi keuangan yang terbatas membuat setiap kebijakan belanja harus disesuaikan dengan kemampuan APBD.
“Kita juga mau lebih besar, mau juga dikasih bonus. Tapi karena kondisi keuangan kita,” katanya.
Syahrudin menjelaskan, kondisi fiskal PPU saat ini masih membutuhkan perhatian serius. Bahkan, dalam pembahasan rencana anggaran 2027, pemerintah daerah masih harus memperhitungkan berbagai kebutuhan belanja yang telah menjadi kewajiban.
Karena itu, ia meminta agar masyarakat memahami bahwa keterbatasan anggaran bukan berarti pemerintah maupun DPRD tidak memberikan perhatian terhadap dunia olahraga.
“Kita menyesuaikan, menyesuaikan dengan kondisi keuangan kita,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi atlet yang harus memenuhi kebutuhan selama mengikuti kegiatan olahraga dengan dukungan anggaran yang terbatas.
Menurutnya, pembinaan olahraga tetap harus berjalan, tetapi pemerintah tidak boleh mengabaikan kondisi keuangan daerah yang sedang menghadapi berbagai tekanan.
Syahrudin berharap alokasi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif agar kebutuhan atlet tetap terpenuhi dan pembinaan olahraga di PPU tidak terhenti.
Ia juga mendorong adanya evaluasi terhadap perencanaan anggaran olahraga agar dukungan yang diberikan dapat tepat sasaran, terutama bagi atlet yang membawa nama Kabupaten Penajam Paser Utara dalam berbagai kompetisi. (Adv/ DPRD PPU).
29
