Balikpapan Genjot Pariwisata, Targetkan Kontribusi PAD Tembus 35 Persen

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penopang utama pendapatan asli daerah (PAD). Tahun ini, kontribusi pariwisata ditargetkan meningkat hingga melampaui 35 persen, setelah sebelumnya mencapai sekitar 34 persen.

Kepala Dinas Pemuda, Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, menyampaikan optimisme tersebut seiring dengan berbagai strategi yang tengah disiapkan pemerintah.

“Target kami minimal sama seperti tahun lalu, bahkan bisa lebih dari 35 persen. Kami optimistis dengan program yang sudah dirancang,” ucap Ratih kepada media, Senin (30/3/2026).

Salah satu langkah utama yang ditempuh adalah memperbanyak penyelenggaraan event, baik skala nasional maupun internasional. Kegiatan ini dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi secara langsung, terutama di sektor perhotelan, kuliner, dan jasa.

Salah satu agenda besar yang tengah dipersiapkan adalah Indonesia International Motor Show (IIMS) yang direncanakan berlangsung di Balikpapan pada Oktober 2026. Event tersebut diyakini akan menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah besar.

“Event memiliki dampak signifikan. Okupansi hotel meningkat, restoran ramai, dan pelaku usaha jasa ikut merasakan manfaatnya,” jelas Ratih.

Selain event, pengembangan destinasi wisata juga menjadi fokus pemerintah. Pemkot saat ini tengah memetakan potensi wisata baru, mulai dari wisata sejarah (heritage), wisata alam, hingga rencana pembangunan miniatur kilang sebagai sarana edukasi bagi pengunjung.

Tak hanya itu, pembenahan destinasi yang sudah ada juga dilakukan, termasuk peningkatan akses dan pengaturan jam operasional agar lebih ramah wisatawan.

Salah satu contohnya adalah Pasar Tumpah Pringgodani yang direncanakan akan beroperasi setiap hari. Langkah ini diambil untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan yang ingin berkunjung tanpa terbatas waktu tertentu.

“Ada destinasi yang sudah dikenal luas, bahkan mendapat penghargaan nasional, namun belum bisa diakses setiap hari. Ini yang kami evaluasi agar lebih fleksibel,” tuturnya.

Di sisi lain, penguatan identitas kawasan wisata juga terus dilakukan, seperti penataan kawasan Melawai serta pengembangan wilayah pantai sebagai ruang publik yang mendukung aktivitas wisata.

Melalui kombinasi strategi berupa penyelenggaraan event, pengembangan destinasi, serta kolaborasi lintas sektor, Pemkot Balikpapan optimistis pariwisata akan semakin berperan sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

“Kami terus membangun sinergi dengan berbagai pihak agar pariwisata Balikpapan berkembang dan memberikan dampak nyata bagi pendapatan daerah,” tutup Ratih. (Adv Diskominfo Balikpapan)

Penulis: Ar

Editor: Alfa

112

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.