Bikin Geger! “Bison” Sapi Raksasa Asal Balikpapan Dipilih Jadi Kurban Presiden RI
FOTO: Sapi simental charolais bernama Bison milik MWK Farm, Balikpapan Timur, terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI dengan bobot mencapai 1 ton 50 kilogram (23/5/2026/ doc.
BALIKPAPAN — Seekor sapi jenis simental charolais milik peternakan MWK Farm di kawasan Gunung Binjai, Balikpapan Timur, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia untuk Hari Raya Iduladha tahun ini. Sapi berusia lebih dari empat tahun itu diberi nama “Bison” karena memiliki postur besar dan karakter paling aktif dibanding sapi lainnya di kandang.
Pemilik MWK Farm, Anita, mengatakan sapi tersebut memiliki bobot terakhir mencapai 1 ton 50 kilogram berdasarkan penimbangan bersama Kementerian Pertanian melalui pertemuan daring sekitar sepekan lalu.
“Berat terakhir, seminggu yang lalu kita zoom meeting sama kementerian, ini beratnya di 1 ton 50 kilo, dengan usia 4 tahun lebih,” ujar Anita saat ditemui di peternakannya.
Bison memiliki tinggi sekitar 1,65 meter dengan tubuh besar dan proporsional. Menurut Anita, sapi tersebut telah dipelihara di kandang MWK Farm selama satu tahun penuh setelah masuk usai Iduladha tahun lalu.
“Dia masuk setelah kurban tahun lalu, jadi betul-betul full satu tahun di kandang MWK,” katanya.
Anita menjelaskan, perawatan Bison tidak jauh berbeda dibanding sapi lainnya di peternakan tersebut. Kebersihan kandang dan kesehatan hewan menjadi perhatian utama agar kondisi sapi tetap prima hingga waktu penyembelihan.
“Dari awal masuk perawatannya tetap sama. Mandi sehari dua kali, racikan pakan sapi berupa campuran konsentrat, limbah pertanian, dan air yang diberikan dalam keadaan basah ( jomboran) dua kali sehari, rumputnya tiga kali sehari. Tidak ada yang berubah,” jelasnya.
Selain pemberian pakan rutin, Bison juga mendapatkan vaksin dan vitamin secara berkala. Menurut Anita, sapi jenis simental charolais memang membutuhkan perhatian lebih pada asupan makanan agar pertumbuhannya maksimal.
“Untuk jenis seperti ini tidak terlalu susah, cuma memang ekstra di makan saja. Kita lebih jaga kebersihan dan rutin cek kesehatan,” ujarnya.
Ia mengaku proses hingga sapinya terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI diawali dengan pendaftaran ke dinas peternakan sekitar satu setengah bulan lalu. Saat didaftarkan, bobot Bison masih berada di angka 973 kilogram.
“Dari dinas ada seleksi-seleksi, akhirnya diumumkan sapi saya yang terpilih,” katanya.
Setelah melalui proses seleksi dan penimbangan ulang secara daring bersama kementerian, bobot sapi terus meningkat hingga menembus lebih dari satu ton.
Nama “Bison” sendiri diberikan karena perilakunya yang paling dominan di kandang. Anita menyebut sapi tersebut kerap menjadi pemicu sapi lain untuk bersuara dan bergerak.
“Karena dia di sini paling aktif. Kalau dia bersuara, yang lain ikut. Jadi kita namakan Bison. Memang badannya juga paling besar,” tutur Anita.
Keberadaan Bison kini menjadi perhatian warga sekitar dan pengunjung yang datang ke MWK Farm untuk melihat langsung sapi kurban pilihan Presiden RI tersebut.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
122
