Desa Mului Tak Sendiri, Ada Pertamina Patra Niaga
EGM Pertamian patra Niaga Disambut Tepung Tawar oleh Kepala Adat Kampung Mului sebagai penolak bala. Foto: Ries
PASER, Metrokaltim.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melakukan ekspedisi khusus menuju Desa Mului, Kampung Swan Selutung, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada Jumat (15/8/2025). Perjalanan menuju desa yang berada di kawasan hutan adat Gunung Lumut ini memakan waktu hingga empat jam dengan berjalan kaki menempuh medan terjal dan ekstrem.
Ekspedisi ini dipimpin langsung oleh Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Alexander Susilo. Rombongan harus menempuh perjalanan darat sejauh 12 kilometer dari desa terdekat, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau menggunakan ojek motor yang sangat terbatas.
“Sebetulnya kita menyesuaikan dengan cita-cita Presiden bahwa Indonesia tahun 2045 menuju Indonesia Emas, dan dalam hal itu sangat penting untuk mewujudkan kesetaraan. Jadi kami hadir di Mului juga untuk membawa pesan bahwa masyarakat Mului dan masyarakat-masyarakat terpencil lainnya juga perlu kita perhatikan untuk pemerataan pembangunan,” ujar Alexander Susilo, (17/8/2025).
Desa Mului, berada di kawasan hutan adat Kampung Swan Selutung, tepat di bawah kaki Gunung Lumut. Hutan adat ini memiliki luas mencapai 7.083 hektare dan dimiliki secara komunal oleh masyarakat adat setempat. Lokasinya yang terpencil dan jauh dari pusat pemerintahan membuat akses ke desa ini sangat terbatas.
Meski begitu, PT Pertamina Patra Niaga tetap memilih lokasi ini sebagai tempat pelaksanaan upacara bendera peringatan HUT ke-80 RI. Upacara digelar di lapangan sekolah desa dan berlangsung khidmat. Warga desa dan rombongan Pertamina turut serta menjadi peserta upacara.
“Kita tahu bahwa di sini, seperti yang disampaikan masyarakat adat, pendidikan masih terbatas. Sarana olahraga dan kelistrikan juga belum memadai. Ini yang perlu kita suarakan agar bisa menjadi perhatian bersama, supaya pemerataan pembangunan benar-benar menyentuh daerah-daerah terpencil seperti Mului,” jelas Alexander.
Selain mengobarkan semangat kemerdekaan, kunjungan ini juga menjadi bentuk nyata komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang inklusif. Dalam kesempatan tersebut, Alexander juga menyampaikan harapan agar Desa Mului bisa mendapatkan perhatian lebih, baik dari pemerintah daerah maupun pusat.
“Masyarakat Mului butuh perhatian. Kami berharap Desa Mului bisa lebih maju ke depan, lebih bisa dikembangkan dalam pembangunan, baik itu sarana-prasarana hidup, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Saya rasa seperti itu,” tambahnya.
Selain itu EGM Pertmina Patra Niaga , Alexander juga menyoroti kondisi jalan menuju Desa Mului yang dinilai memprihatinkan. Walaupun sebagian jalan dapat dilalui kendaraan bermotor, namun masih belum beraspal dan penuh tantangan. Sementara akses terakhir menuju desa hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau ojek motor, yang tentu saja tidak mudah bagi masyarakat, terutama saat kondisi cuaca buruk.

Bukan hanya menggelar Upacara HUT RI ke 80 bersama masyarakat adat mului, pertamina juga melakukan pemeriksaan Kesehatan gratis untuk warga kampung Swan Slutung, selain akses jalan, Pendidikan, Kesehatan juga menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan.
Dengan perjalan ini, Pertamina ingin menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada aspek bisnis semata, tetapi juga peduli terhadap masyarakat adat dan pembangunan daerah. Kehadiran mereka di Desa Mului diharapkan bisa membuka mata banyak pihak akan pentingnya menyentuh komunitas-komunitas terpencil yang selama ini mungkin terabaikan. “Semoga hal ini bisa jadi perhatian kita bersama. Masyarakat Mului memiliki hak yang sama untuk maju dan berkembang seperti masyarakat di daerah lainnya,” tutup Alexander.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
310
