Distribusi BBM Tetap Berjalan Normal, Pertamina Siapkan Skema Alternatif Usai Insiden Pesawat di Nunukan
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun. Foto: Ist
NUNUKAN, Metrokaltim.com – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dipastikan tetap aman meski terjadi insiden pesawat kargo di Pa’bettung, Kecamatan Krayan Timur.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyatakan telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas distribusi energi, khususnya dalam mendukung program BBM Satu Harga di kawasan perbatasan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan operator penerbangan dan otoritas terkait guna memastikan informasi yang beredar telah terverifikasi.
“Kami memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik telah melalui proses verifikasi dan koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, pesawat yang mengalami insiden merupakan jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA. Pesawat tersebut menjalankan penerbangan charter pengangkut BBM untuk mendukung distribusi ke wilayah perbatasan. Saat kejadian, pesawat diawaki satu orang pilot tanpa penumpang maupun awak kabin.
Sebelum insiden terjadi, pesawat dilaporkan telah menyelesaikan distribusi BBM ke Long Bawan dan tengah dalam perjalanan kembali menuju Bandara Juwata Tarakan.
Pertamina menegaskan bahwa stok BBM di Krayan dan sekitarnya dalam kondisi cukup dan penyaluran kepada masyarakat tetap berlangsung normal. Untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi, perusahaan juga telah menyiapkan skema distribusi alternatif.
Selain itu, Pertamina menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut dan menyerahkan proses investigasi kepada otoritas berwenang. Perusahaan menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi sembari memastikan layanan energi bagi masyarakat tidak terganggu.
Masyarakat yang membutuhkan informasi terkait layanan dan distribusi energi dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 atau melalui kanal resmi perusahaan.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
187
