Gedung Kedokteran Nuklir RSKD Balikpapan Ditargetkan Rampung 60 Hari, Operasional Awal 2027

FOTO: Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Abdulloh, saat meninjau langsung progres pembangunan gedung Kedokteran Nuklir di RSUD Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. Pembangunan fasilitas kesehatan tersebut ditargetkan rampung dalam 60 hari kerja dan mulai beroperasi pada awal 2027/ Ries/doc.

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meninjau pembangunan gedung kedokteran nuklir di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, Senin (2/11/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kelanjutan pembangunan fasilitas kesehatan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat.

Pembangunan gedung kedokteran nuklir tersebut kini memasuki tahap kelima. Dengan tambahan anggaran sekitar Rp8,396 miliar, pekerjaan lanjutan ditargetkan rampung dalam waktu 60 hari kerja.

Direktur RSKD Balikpapan, Ahmad Jais, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut telah melalui beberapa tahapan. Pekerjaan lanjutan yang dikontrakkan pada akhir Oktober 2026 itu difokuskan pada penyelesaian sejumlah kebutuhan gedung.

“Saat ini merupakan pembangunan tahap akhir dengan anggaran sebesar Rp8,396 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pekerjaan finishing, mebel, dan kebutuhan gedung lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, menilai perkembangan pembangunan gedung secara fisik telah menunjukkan hasil yang baik. Ia berharap pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal agar fasilitas tersebut segera dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.

“Dengan pembangunan yang terus berjalan dengan baik, diharapkan gedung ini selesai sesuai tenggat waktu yang ditentukan, yakni selama 60 hari kerja,” tegas Abdulloh.

Kedokteran nuklir merupakan layanan medis yang memanfaatkan zat radioaktif dalam jumlah terukur untuk membantu mendeteksi penyakit serta mengevaluasi fungsi organ tubuh. Layanan ini dapat digunakan untuk pemeriksaan berbagai kondisi medis, termasuk penyakit jantung, gangguan tiroid, sistem endokrin, ginjal, hingga kanker.

Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir RSKD Balikpapan, Daniel Cung, menjelaskan bahwa kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kedokteran nuklir di Kalimantan Timur.

Saat ini, layanan kedokteran nuklir di Kaltim telah tersedia di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda. Dengan pembangunan fasilitas serupa di RSKD Balikpapan, masyarakat, khususnya di wilayah Balikpapan dan sekitarnya, diharapkan memiliki pilihan layanan pemeriksaan yang lebih dekat.

Pada tahap awal operasional, layanan kedokteran nuklir di RSKD Balikpapan direncanakan berfokus pada pemeriksaan penyakit jantung dan gangguan endokrin. Sementara itu, pemeriksaan kanker menggunakan teknologi Positron Emission Tomography (PET) masih memerlukan tambahan peralatan penunjang.

Daniel menambahkan, pemeriksaan menggunakan teknologi Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT) telah ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Dengan adanya dukungan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengakses layanan pemeriksaan sesuai indikasi medis dan kebutuhan pasien.

Pihak RSKD Balikpapan menargetkan layanan kedokteran nuklir mulai beroperasi pada awal 2027. Sebelum dibuka untuk masyarakat, kesiapan fasilitas, peralatan medis, serta berbagai aspek pendukung lainnya akan menjadi perhatian agar pelayanan dapat berjalan sesuai standar.

Kehadiran fasilitas kedokteran nuklir ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan medis berteknologi tinggi. Dengan demikian, kebutuhan pasien untuk menjalani pemeriksaan maupun pengobatan ke luar daerah, bahkan ke luar negeri, diharapkan dapat berkurang.

Penulis: Ries
Editor: Alfa

32

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *