Hadapi Potensi El Nino, PTMB Balikpapan Siapkan Mitigasi Air Baku dan Tambah Armada Tangki
FOTO: Yudi Saharudin, Direktur PTMB
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Menghadapi potensi fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan hingga akhir tahun 2026, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kota Balikpapan.
Direktur PTMB Balikpapan, Yudi Saharuddin, mengatakan pihaknya telah menyusun berbagai strategi untuk mengantisipasi penurunan debit air baku akibat berkurangnya curah hujan selama periode El Nino.
“Antisipasi terhadap dampak El Nino, salah satu yang kami persiapkan adalah mencari alternatif sumber air baku lain. Kemungkinan pada bulan ini pengambilan air di waduk akan diturunkan hingga 25 persen,” kata Yudi.
Menurutnya, berdasarkan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), PTMB diperbolehkan memanfaatkan sejumlah bendali atau bendungan pengendali di wilayah Balikpapan sebagai sumber air tambahan. Namun, pemanfaatan sumber tersebut memerlukan Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile atau IPA mini.
“Hasil produksi dari IPA mini nantinya akan didistribusikan menggunakan mobil tangki ke wilayah-wilayah yang mengalami kekurangan pasokan air,” ujarnya.
PTMB juga menambah jumlah armada mobil tangki sebagai langkah antisipasi. Jika tahun sebelumnya hanya mengoperasikan sekitar 10 unit tangki, tahun ini jumlahnya ditingkatkan hingga 30 unit yang disiagakan selama musim kemarau.
Selain itu, perusahaan juga telah memetakan sejumlah kantong air di Balikpapan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air baku, terutama di wilayah yang diperkirakan paling terdampak seperti kawasan Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat.
“Daerah utara dan barat kemungkinan menjadi wilayah paling terdampak karena memang selama ini cenderung mengalami keterbatasan air,” jelasnya.
PTMB memperkirakan periode El Nino berlangsung pada Juni hingga Oktober 2026. Selama periode tersebut, curah hujan diprediksi menurun hingga 40 persen sehingga aliran masuk air permukaan berkurang sampai 50 persen. Kondisi itu membuat kapasitas produksi air bersih hanya mampu mencapai sekitar 75 persen dari kondisi normal.
Meski demikian, Yudi optimistis kondisi masih dapat dikendalikan apabila curah hujan kembali normal pada Oktober hingga Desember mendatang.
Sebagai upaya menjaga stabilitas distribusi air, PTMB juga terus melakukan perbaikan jaringan pipa secara masif di berbagai wilayah Kota Balikpapan. Beberapa titik yang saat ini menjadi fokus perbaikan di antaranya kawasan Green City, Kilometer 12, serta sejumlah jalur distribusi lainnya.
“Kami berharap saat produksi diturunkan nanti tidak ada kebocoran pipa, sehingga distribusi air tetap stabil selama 24 jam,” tutupnya.
Penulis: Reis
Editor: Alfa
39
