HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Bawa Berkah, Okupansi Kubika Hotel di IKN Tembus 100 Persen
FOTO: Kubika Boetique Hotel IKN Nusantara/ doc.
NUSANTARA, Metrokaltim.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa dampak positif bagi sektor perhotelan. Salah satunya dirasakan Kubika Hotel yang mencatat tingkat hunian atau okupansi mencapai 100 persen selama rangkaian kegiatan kemerdekaan berlangsung.
General Manager Kubika Hotel, Rizal Murdiansyah, mengatakan peningkatan okupansi pada Agustus 2026 jauh lebih baik dibandingkan Juni dan Juli. Berbagai agenda besar yang digelar di IKN menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah tamu hotel.
Menurut Rizal, salah satu kegiatan yang memberikan dampak signifikan adalah Merdeka Night Run 8,1K yang digelar melalui kolaborasi Kubika Hotel dengan Otorita IKN. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 3.000 pelari dari berbagai daerah di Kalimantan hingga luar Kalimantan.
“Untuk Kubika selama Agustus, alhamdulillah lumayan bagus dibanding Juni ataupun Juli, terutama karena banyak event-event besar. Salah satunya kami berkolaborasi dengan Otorita IKN mengadakan Merdeka Night Run 8,1K,” ujar Rizal saat ditemui di IKN.
Ia menyebut peserta Merdeka Night Run berasal dari sejumlah wilayah, seperti Penajam Paser Utara, Sepaku, Samarinda, Balikpapan, Tenggarong, Bontang hingga peserta dari luar Kalimantan.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah tersebut memberikan kontribusi terhadap tingkat hunian hotel. Bahkan, dalam periode sekitar tiga hari pelaksanaan rangkaian kegiatan, okupansi Kubika Hotel mencapai 100 persen.
“Impact-nya ke hotel sangat signifikan. Selama kurang lebih hampir tiga hari itu bisa mencapai 100 persen okupansi. Kalau tidak meng-create event besar, memang agak struggle untuk meningkatkan hunian,” katanya.
Meski demikian, Rizal mengatakan tingkat hunian pada akhir pekan tetap berada di atas 50 persen meski tidak ada agenda besar. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan adanya pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan IKN.
Ia optimistis kinerja hotel akan semakin membaik pada semester kedua 2026, seiring meningkatnya pembangunan dan mulai masuknya investor ke IKN.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, tahun ini sangat-sangat bagus. Apalagi semester kedua, ditambah pembangunan IKN dan mulai banyak investor. Itu akan sangat membantu dan kami optimistis lebih bagus daripada tahun lalu,” jelasnya.
Di sisi lain, Kubika Hotel juga ikut melakukan penyesuaian sebagai dampak kebijakan efisiensi pemerintah. Manajemen melakukan penghematan operasional tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada tamu.
Beberapa lantai yang tidak terisi ditutup sementara untuk mengurangi penggunaan energi. Penyesuaian juga dilakukan pada sejumlah area publik yang tidak terlalu banyak digunakan, termasuk area outdoor.
Selain itu, manajemen menerapkan sistem paperless serta mengoptimalkan penggunaan bahan baku agar tidak terjadi pemborosan.
“Kalau ada beberapa lantai yang tidak dihuni, kami close. Area publik yang tidak terlalu digunakan juga kami tutup. Kami juga monitor penggunaan bahan baku dan menerapkan paperless,” ujarnya.
Rizal menilai efisiensi tidak hanya berdampak pada sektor perhotelan, tetapi juga merembet kepada rantai usaha lainnya, termasuk pemasok dan pelaku UMKM.
Kendati menghadapi efisiensi, Kubika Hotel memastikan tidak melakukan pengurangan pegawai. Manajemen memilih mempertahankan kualitas layanan, termasuk makanan, kebersihan dan fasilitas yang diberikan kepada tamu.
“Alhamdulillah tidak ada pengurangan pegawai. Justru semaksimal mungkin kami tetap menaikkan value. Kami tidak mengurangi harga, tetapi menjaga kualitas makanan, kebersihan dan standar fasilitas,” tegasnya.
Untuk menarik minat tamu, Kubika Hotel juga mengandalkan sejumlah menu khas yang menjadi favorit, khususnya kuliner Nusantara. Di antaranya sop iga dan iga bakar yang disebut menjadi menu favorit para tamu.
Rizal berharap geliat pembangunan dan berbagai kegiatan di IKN dapat terus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perhotelan, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha di kawasan IKN dan sekitarnya.
Penulis: Ries
Ediror: Alfa
4
