Jadi “Jus”, Sabu 8,6 Kg Dibuang ke Toilet Polda Kaltim

Balikpapan, Metrokaltim.com – Pemusnahan barang bukti narkoba sebesar 8,6 kilogram yang berhasil diamankan oleh jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Kaltim digelar pada Kamis (26/8) pagi. Pemusnahan barang bukti narkoba ini dilakukan setelah mendapatkan ketetapan hukum dari pengadilan.

Barang bukti narkoba yang diamankan belum lama ini dimusnahkan dengan cara dijadikan “jus” atau dihancurkan menggunakan blender tangan dan dicampur cairan kimia. Kemudian dibuang ke dalam toilet.

Kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin oleh Wadir Ditreskoba Polda Kaltim AKBP Rino Eko, yang juga dihadiri oleh pihak Kejaksaan Negeri Balikpapan, Pengadilan Negeri Balikpapan, kuasa hukum para pelaku serta awak media sebagai saksi dalam pemusnahan.

Rino Eko mengatakan, pemusnahan ini merupakan tindak lanjut dari proses hukum yang sedang dijalani para pelaku pemilik barang haram tersebut.

Usai dicampur dengan air, cairan sabu tersebut kemudiam dibuang ke dalam toilet.

“Kita lakukan pemusnahan ini setelah ada penetapan hukum terhadap barang-barang terlarang ini oleh Pengadilan Negeri Balikpapan,” terangnya, usai mengikuti kegiatan pemusnahan sabu tersebut.

Dia pun menjelaskan barang haram ini diamankan dari tiga tersangka yakni MHN alias G (38) dan M alias A (45) yang ditangkap di Samarinda pada 2 Agustus dan J alias M (32) diamankan di Penajam Paser Utara pada 7 Agustus.

“Dari MHN dan M diamankan sabu 7,3 Kg sementara dari J kami amankan sabu seberat 1,3 Kg. Selanjutnya sesuai amanah undang-undang barang ini memang harus dimusnahkan,” katanya.

Sebelumnya, Waka Polda Kaltim Brigjen Haryanto mengatakan pengungkapan dua kasus sabu ini tidam terkait dengan jaringan dari Kalimantan Utara dan Malaysia (jaringan utara).

“Karena di Utara (Kalimantan Utara, Red) lagi lockdown ketat jadi barang-barang ini berasal dari Selatan (Kalimantan Selatan, Red), untuk yang di Penajam barangnya dari Balikpapan,” ungkap Brigjen Pol Haryanto.

Dari pengakuan para tersangka, barang haram tersebut rencananya akan diedarkan di Samarinda, Balikpapan dan sekitarnya. Jika berhasil edar, maka bisa merusak sekitar 36 ribu masyarakat Kaltim. Sementara itu, yang di Penajam juga akan diedarkan di kawasan setempat.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, seluruh tersangka sangkakan dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman kurungan seumur hidup atau hukuman mati.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *