Jalan Tol Balikpapan–IKN Bergeser Akibat Hujan Deras, Hutama Karya Pastikan Bukan Ambruk

Kondisi Jalan Tol Balikpapan–IKN yang mengalami pergeseran tanah akibat hujan deras, menyebabkan badan jalan tampak miring pada Kamis (8/2). Foto Istimewa

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Sebagian badan Jalan Tol Balikpapan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) mengalami pergeseran yang mengakibatkan keretakan dan kerusakan struktur. Peristiwa tersebut terjadi setelah wilayah Kota Balikpapan diguyur hujan deras sejak Rabu (7/2) hingga Kamis (8/2) malam.

Project Manager Hutama Karya selaku kontraktor pembangunan tol, Arif Indrayanto, menegaskan bahwa kerusakan tersebut bukan disebabkan oleh ambruknya konstruksi, melainkan akibat pergerakan tanah atau sliding.

“Sebenarnya bukan rubuh, tapi turun akibat sliding. Sliding akibat hujannya. Panjang yang terdampak sekitar 82,5 meter. Jadi bukan rubuh. Kalau rubuh itu kondisinya tidak kuat,” ujar Arif saat ditemui di Kantor KSO Kilometer 13, Balikpapan, Jumat (9/2).

Arif menjelaskan, struktur yang mengalami pergeseran merupakan struktur lama yang telah diselesaikan pembangunannya pada September 2024. Jalan tol tersebut juga telah melewati tahap uji fungsional, termasuk pada peringatan 17 Agustus 2024 dan akhir tahun lalu, tanpa ditemukan masalah berarti.

“Hujan mulai terjadi Rabu sekitar pukul 15.30 WITA dan berlangsung hingga Kamis. Sampai Kamis malam itu tidak ada masalah. Baru pada Jumat pagi terpantau terjadi penurunan,” jelasnya.

Informasi awal mengenai pergeseran diterima pada Kamis. Untuk mengantisipasi kerusakan lebih lanjut, pihak Hutama Karya langsung melakukan tindakan darurat dengan memotong struktur pembesian dan beton pada Kamis malam.

“Pemotongan itu dilakukan agar kerusakan tidak menjalar. Setelah itu nanti akan dilakukan konstruksi ulang,” kata Arif.

Ia menargetkan proses perbaikan dan konstruksi ulang dapat rampung pada Maret 2025, sehingga jalan tol tersebut kembali dapat difungsikan sebelum arus mudik Lebaran Idulfitri.

Menanggapi dugaan adanya kesalahan pada fondasi, Arif membantah hal tersebut. Menurutnya, fondasi jalan tol dibangun di atas tanah keras dan telah melalui pengawasan mutu yang ketat.

“Fondasinya tidak turun. Yang terjadi itu tergelincir ke arah jurang. Saat hujan deras hampir dua hari, di area sekitar masih ada proses disposal atau pembuangan tanah. Air masuk dan menambah beban, ternyata tanahnya tidak kuat,” paparnya.

Ia memastikan bahwa bagian atas badan jalan masih dalam kondisi utuh tanpa retakan. Kerusakan hanya terjadi pada bagian kaki fondasi yang bergeser.

Terkait kerugian, Arif memperkirakan nilai kerusakan mencapai sekitar Rp10 miliar. Namun, ia menegaskan bahwa biaya tersebut masih dalam lingkup anggaran konstruksi yang dibayarkan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional melalui Bina Marga.

“Karena ini masih dalam masa konstruksi, maka menjadi tanggung jawab kami untuk memperbaikinya,” tutup Arif.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

168

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.