Kabut Asap Makin Pekat, Lanud Dhomber Turunkan Dua Mobil Water Mist

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kabut asap yang menyelimuti Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dalam beberapa pekan terakhir masih terasa pekat, terutama pada pagi hari. Kondisi ini mendorong Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan melakukan upaya untuk mengurangi dampak kabut asap melalui penyemprotan air menggunakan teknologi water mist.

Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Lanud Dhomber dikerahkan untuk melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan di Kota Balikpapan pada Selasa (20/10/2026) pagi.

Teknologi water mist bekerja dengan mengubah air menjadi butiran kabut halus yang disemprotkan ke udara. Upaya ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Rumah Sakit Tingkat IV Lanud Dhomber Balikpapan, Mayor Kes dr. Tiny Baskoro, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada Pemerintah Kota Balikpapan dalam menangani dampak kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.

“Kita ketahui aktivitas masyarakat Kota Balikpapan pada pagi hari sangat padat, mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah hingga masyarakat yang berangkat bekerja. Kabut asap ini dapat mengganggu pernapasan,” ungkap Tiny.

Ia menjelaskan, penyemprotan dilakukan untuk membantu mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan pada pagi hari.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang disampaikan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Balikpapan pada Selasa kembali menunjukkan kategori tidak sehat, dengan angka di atas 100.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan polusi udara dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Tiny mengatakan, penyemprotan menggunakan metode water mist akan terus dilakukan di sejumlah ruas jalan di Balikpapan pada pagi hari.

“Penyemprotan water mist akan terus kami lakukan di beberapa ruas jalan di Balikpapan pada pagi hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, kabut asap berpotensi memperburuk kondisi kesehatan masyarakat, khususnya bagi penderita asma dan mereka yang rentan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kondisi kualitas udara, membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat, serta menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel polutan.

Upaya penyemprotan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kabut asap sekaligus mendukung perlindungan kesehatan masyarakat di Kota Balikpapan.

Penulis: Ries
Editor: Alfa

44

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *