Kapolda Kaltim Pimpin Apel Operasi Ketupat Mahakam 2026 di Balikpapan, 1.975 Personel Disiagakan

Kapolda Kalimantan Timur Endar Priantoro menyematkan pita tanda dimulainya Operasi Ketupat Mahakam 2026 kepada perwakilan personel saat apel gelar pasukan di BSCC Dome Balikpapan, Kamis (13/3/2026). Foto: Ries

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Kapolda Kalimantan Timur, Endar Priantoro memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2026 di Lapangan BSCC Dome Balikpapan, Kamis (13/3/2026) sore. Apel tersebut turut didampingi Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono sebagai bentuk sinergi pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 di wilayah Kalimantan Timur.

Kegiatan apel gelar pasukan ini digelar untuk memastikan kesiapan personel, sarana, serta perlengkapan pendukung dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026. Operasi tersebut merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.

Dalam keterangannya, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menyampaikan bahwa apel ini menjadi langkah awal untuk mengecek kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan.

“Apel ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan perlengkapan yang akan digunakan dalam rangka kegiatan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 2026,” ujarnya.

Ia menjelaskan, total personel yang dilibatkan dalam Operasi Ketupat Mahakam di wilayah Kalimantan Timur mencapai 1.975 orang. Personel tersebut berasal dari berbagai satuan kepolisian di daerah, termasuk dari Polresta Balikpapan, Polresta Samarinda, serta sejumlah polres lainnya di wilayah hukum Polda Kaltim.

Menurutnya, kekuatan pengamanan tidak hanya berasal dari unsur kepolisian. Operasi ini juga melibatkan personel dari Tentara Nasional Indonesia serta berbagai instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dinas kesehatan, dan unsur pengamanan swakarsa.

Untuk mendukung kelancaran operasi, Polda Kaltim mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan di berbagai titik strategis. Tercatat sebanyak 52 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, serta 14 pos terpadu disiapkan untuk membantu masyarakat selama masa arus mudik dan balik Lebaran.

Selain itu, aparat juga akan melakukan pengamanan terhadap 2.211 objek vital yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Objek tersebut meliputi pelabuhan, bandara, tempat wisata, pusat perbelanjaan, hingga kawasan permukiman penduduk.

Kapolda juga mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan mudik agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan rumah yang ditinggalkan.

“Masyarakat yang akan mudik diharapkan memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan. Jika membutuhkan bantuan pengamanan, masyarakat dapat berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” katanya.

Ia menambahkan, kepolisian juga akan meningkatkan patroli rutin, khususnya di kawasan permukiman yang banyak ditinggalkan pemiliknya saat mudik.

Kapolda juga mempersilakan masyarakat menitipkan kendaraan bermotor atau barang berharga di kantor polisi terdekat sebagai langkah pencegahan tindak kriminalitas selama masa libur Lebaran.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

169

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.