KIPP IKN Diselimuti Kabut Asap, Kiriman dari Kalimantan Tengah Jadi Sorotan
FOTO: Kabut asap trutupi kemegahan Istana garuda di Ibu Kota Nusantara (14/10/2026) / Ries.
NUSANTARA, Metrokaltim.com — Kabut asap masih menyelimuti Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN). Asap yang terlihat di kawasan tersebut diduga tidak seluruhnya berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar IKN, tetapi juga kiriman dari wilayah lain di Kalimantan, termasuk Kalimantan Tengah.
Otorita IKN bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta instansi terkait terus berkoordinasi untuk menangani karhutla dan memantau pergerakan asap.
Upaya penanganan dilakukan melalui pemadaman dari darat dan udara menggunakan metode water bombing. Selain itu, pemerintah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan potensi hujan, sekaligus mengurangi dampak kekeringan dan risiko karhutla di sejumlah wilayah.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan indeks kualitas udara di kawasan KIPP IKN berada pada kisaran 130 hingga 150 mikrogram per meter kubik. Meski asap masih terlihat, kondisinya disebut lebih tipis dibandingkan sehari sebelumnya, ujar Basuki dalam keterangannya terkait kondisi kabut asap di kawasan IKN.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan BMKG per 7 Oktober 2026, terdapat ratusan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Kalimantan. Sebaran asap juga terpantau melalui citra satelit Himawari.
Kondisi cuaca kering yang dipengaruhi fenomena El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Pemerintah terus memantau wilayah-wilayah yang mengalami kebakaran untuk mengantisipasi pergerakan asap lintas wilayah menuju kawasan IKN.
Di tengah kondisi tersebut, aktivitas di KIPP IKN masih berlangsung. Namun, masyarakat dan para pekerja di kawasan itu tetap dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan asap.
Otorita IKN bersama BNPB, BMKG, TNI Angkatan Udara, dan instansi terkait terus memantau kualitas udara serta perkembangan karhutla. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan terpadu dan meminimalkan dampak kabut asap terhadap aktivitas serta kesehatan masyarakat di kawasan IKN.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
66
