Komisi III Sidak Tumpukan Sampah di Pemukiman Atas Air Marga Sari, Alwi: Jika Tidak Dibereskan Sangat Kebangetan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Komisi III DPRD kota Balikpapan melaksanakan sidak bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke pemukiman atas air di RT 14, 15, 29, 30 dan 32 Kelurahan Marga Sari, Balikpapan Barat (Balbar) terkait dengan tumpakan sampah yang ada di pemukiman atas air.

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Alwi Alqadri mengatakan, permasalahan sampah dari tahun sebelumnya sudah disampaikan ke pihak DLH, agar segera menambah tenaga dan peralatannya, namun sampai saat ini tidak ada. Padahal ini menjaga skala prioritas, karena sudah sangat parah.

“Ini bisa menjadi penyakit, ditambah ada Puskesmas, yang mana disini bukan tambah sehat, tetapi tambah sakit,” kata Alwi Alqadri usai sidak di Marga Sari, Selasa (21/12).

Dirinya sudah berupaya menyampaikan pada pihak DLH, untuk menambah tenaga 20 orang beserta peralatan yang mereka gunakan untuk mengangkat sampahnya.

“Dan mereka berasalan akan anggarkan tahun 2022. Padahal dari tahun 2020 sudah disahkan untuk dianggarkan 2021, tetapi mereka tidak laksanakan,” ucap Alwi.

Lanjutnya, bahkan hal ini sudah disampaikan ke beberapa pergantian kepala dinas. Ditambah komunikasi Kabidnya yang kurang baik, maka itu dalam bulan ini pihaknya akan rapatkan bersama DLH untuk penanganan yang lebih serius.

“Yang jelas kami akan sampaikan ke DLH untuk segera membereskan. Jika tidak ini benar-benar kebangetan,” tegasnya.

Sementara dari pihak kelurahan juga sudah mengusulkan jaring pengaman ke pihak Pertamina, dan ia akan coba bantu untuk kawal.

Tempat terpisah Plt Kepala DLH Nursyamsiarni menambahkan, sidak ini tentu menjadi saran masukan perbaikan untuk DLH terkait dengan program dan kegiatan yang memang sudah disiapkan.

Saran ini juga menjadi hal-hal untuk dikritisi lebih lanjut, dan sementara ini akan dikoordinasi secara internal untuk penanggulangan sementara, pengangkatan sampah dibeberapa titik yang memang kondisi sanitasinya sangat rendah.

“Hal ini karena banyak sampah dibeberapa titik yang tertumpu, seperti di sekitar Puskesmas Marga Sari,” terang Nursyamsiarni.

Untuk penambahan tenaga, di tahun 2021 memang ada, tetapi karena ada kendala teknis sehingga belum terlaksana. Dan di tahun 2022 penambahan anggota tetap ada, kemungkinan mekanismenya akan membutuhkan saran masukan dari pihak komisi serta kelurahan untuk usulan nama-nama petugas dari warga sekitar yang memang paham kondisinya.

“Tahun 2021 sebenarnya sudah dialokasikan, karena ada kendala teknis kaitan dengan penginputan anggaran maka belum terealisasi. Insyaallah di tahun 2022 penambahan tenaga sudah ada,” imbuhnya. (Mys/Ries)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *