Mubes di IKN, PDKT Siapkan SDM Dayak Hadapi Ibu Kota Baru

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, membuka agenda Musyawarah Besar (Mubes) Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) VII di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, pada Sabtu (24/1/2026). Foto: Ist,.

NUSANTARA, Metrokaltim.com — Musyawarah Besar (Mubes) ke-VII Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) menjadi ruang penguatan peran masyarakat adat dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Sabtu (24/1/2026).

Forum konsolidasi ini mengangkat kesiapan masyarakat Dayak Kalimantan Timur dalam menyongsong Nusantara sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028. Dalam sambutannya, Basuki menekankan pentingnya keberadaan organisasi masyarakat adat seperti PDKT dalam menjaga kesinambungan sosial dan budaya di kawasan IKN.

Basuki menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian dari strategi pembangunan Otorita IKN. Saat ini, sekitar 30 persen pegawai Otorita IKN berasal dari Kalimantan Timur, sebagai bentuk komitmen terhadap partisipasi masyarakat daerah.

Ia juga mengungkapkan rencana pengembangan kawasan pusat kebudayaan atau cultural center yang akan difungsikan sebagai ruang publik sekaligus wadah ekspresi budaya masyarakat di IKN.

Sementara itu, Ketua Umum PDKT Syaharie Jaang menilai perpindahan ibu kota ke Nusantara membawa peluang besar bagi masyarakat Dayak untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing sumber daya manusia.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi menjadi kunci agar masyarakat adat tidak tertinggal dalam arus pembangunan di daerahnya sendiri. Ia menegaskan bahwa kesiapan SDM Dayak harus dibangun sejak sekarang agar mampu mengambil peran aktif menuju visi Indonesia Emas.

Musyawarah besar ini juga dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji. Ia menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas terselenggaranya Mubes PDKT sebagai forum strategis penguatan peran masyarakat adat.

Seno Aji menegaskan bahwa masyarakat Dayak merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah dan identitas Kalimantan Timur, sehingga keterlibatan mereka dalam pembangunan IKN menjadi hal yang fundamental.

Mubes PDKT ke-VII diikuti ratusan peserta yang terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan komunitas Dayak dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur.

Melalui kegiatan ini, Otorita IKN menegaskan arah pembangunan Nusantara yang inklusif dan berkeadilan, dengan menempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama pembangunan. Penguatan kualitas sumber daya manusia dan pelibatan aktif masyarakat lokal dinilai menjadi fondasi sosial penting dalam mewujudkan Ibu Kota Nusantara yang berkelanjutan.

125

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.