Pemkot Balikpapan Perkuat Komitmen Jadi Kota Ramah Anak Secara Menyeluruh

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat langkah menuju predikat Kota Layak Anak (KLA) tingkat Paripurna. Setelah berhasil menstandarkan dua taman kota sebagai Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), kini Pemkot melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mulai memperluas fokus ke fasilitas sosial dan pendidikan.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose mengatakan, bahwa pihaknya tengah menyiapkan standarisasi taman asuh ramah anak (daycare), serta mendorong pengembangan sekolah dan rumah ibadah ramah anak.

Upaya ini, kata dia, merupakan bagian dari strategi menyeluruh agar seluruh aspek kehidupan di Balikpapan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Selain dua RBRA yang sudah distandarisasi, akhir November nanti tim dari Kementerian akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi. Kami ingin memastikan semua fasilitas sesuai dengan standar yang ditetapkan,” kata Nursyamsiarni.

Menurutnya, dua daycare yang saat ini sedang diproses standarisasinya adalah daycare Koperasi Beriman di kawasan Korpri dan daycare di belakang BRI. Keduanya akan dijadikan percontohan pengelolaan ruang asuh anak yang memenuhi standar nasional dalam hal keamanan, kenyamanan, serta aspek pendidikan.

“Kami ingin anak-anak di Balikpapan mendapatkan pengasuhan yang tidak hanya aman, tetapi juga membangun karakter dan rasa percaya diri. Mudah-mudahan dua daycare ini bisa lolos evaluasi dari Kementerian,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep Kota Layak Anak tidak hanya menekankan pada pembangunan fisik seperti taman dan ruang publik, tetapi juga pada pembentukan lingkungan sosial yang ramah bagi anak.

Hal ini termasuk bagaimana sekolah dan rumah ibadah memperhatikan kebutuhan emosional, serta ruang ekspresi bagi anak-anak.

“Pembangunan ramah anak harus menyentuh perilaku dan budaya masyarakat. Misalnya, sekolah perlu menerapkan pembelajaran tanpa kekerasan, dan rumah ibadah perlu memberi ruang bagi anak-anak belajar nilai spiritual dengan cara menyenangkan,” tuturnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, Balikpapan berupaya menjadi contoh kota yang tidak hanya menyediakan fasilitas ramah anak, tetapi juga menumbuhkan ekosistem sosial yang mendukung kesejahteraan anak secara berkelanjutan.

“Harapan kami, ke depan Balikpapan bisa naik ke level tertinggi sebagai Kota Layak Anak Paripurna. Anak-anak di kota ini harus merasa aman, bahagia, dan bangga tumbuh di Balikpapan,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Ar

Editor: Alfa

269

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.