Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV di Balikpapan, Kapolda Kaltim Tegaskan Komitmen Penguatan Ketahanan Pangan
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Penanaman jagung serentak kuartal IV tahun ini berlangsung di wilayah Balikpapan Timur, dengan luas lahan mencapai 184,65 hektar. Kegiatan yang menjadi bagian dari program penguatan ketahanan pangan nasional ini dihadiri langsung oleh Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Pol Endar Priantoro, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat, Bulog Kaltimtara,tokoh masyarakat dan agama, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Balikpapan.
Dalam sambutannya, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh pihak dalam kegiatan yang terpusat di Provinsi Banten ini.
“Hari ini kami melaksanakan program penguatan pangan kuartal IV dengan agenda penanaman jagung di wilayah Balikpapan Timur seluas 184,65 hektar,” ujarnya. (8/10) Siang.
Kapolda menambahkan, pada periode sebelumnya pihaknya telah berhasil panen jagung dengan total hasil 6.137,31 ton, meningkat signifikan dibandingkan hasil awal pelaksanaan yang hanya mencapai 1.400 ton. Prestasi tersebut membawa Kaltim menempati peringkat ketiga nasional berdasarkan indikator persentase peningkatan hasil panen jagung.
Harga jagung pipilan kering di Gudang Perum Bulog dengan kadar air maksimal 14 persen ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram. Hal ini diharapkan dapat memberikan insentif yang memadai bagi petani di daerah tersebut.
Meski demikian, Kapolda mengakui tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi tanah di Kalimantan Timur yang kurang ideal untuk pertanian.
“Jumlah kelompok tani di Kaltim yang baru mencapai 195 sangat kurang dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 4 juta jiwa,” ungkapnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, lanjut Kapolda, pihaknya akan melakukan perluasan lahan dengan dukungan beberapa perusahaan tambang yang bersedia menyediakan sebagian lahannya sebagai media tanam. Selain itu, lahan bekas tambang akan dimanfaatkan untuk program ketahanan pangan sebagai upaya pelestarian lingkungan.
Dalam mendukung pengawasan program ini, Kapolda juga mengumumkan rencana pembuatan aplikasi khusus untuk memonitor perkembangan penanaman jagung secara real-time.
“Aplikasi ini akan memudahkan kita semua dalam memantau jalannya program agar berjalan lancar,” katanya.
Sebanyak 121 perusahaan, baik yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Tani Indonesia (Gapti) maupun non-Gapti, bekerja sama dalam program tumpang sari untuk mendukung ketahanan pangan. Kapolda berharap peran aktif para ahli dan mahasiswa dalam memberikan inovasi sehingga hasil panen ke depan dapat lebih maksimal.
Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan pelasan hasil panen kuartal ke III menuju gudang Bulog Kaltim.
346
