Khusnul Qotimah masih masih dibalut perban akibat luka bakar yahg di deritanya. (14/02/2026). Foto: Ries

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Seorang perempuan muda bernama Khusnul Qotimah Kamnur (21) mengalami luka bakar serius setelah diduga disiram air panas oleh ibu angkatnya lantaran dianggap kurang kuat saat memijat. Korban saat ini telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo, Kota Balikpapan.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui keluarga pada Kamis lalu. Kakak korban, Salman, mengaku menerima telepon dari ibunya yang mengabarkan bahwa Khusnul dirawat di rumah sakit akibat disiram air panas oleh ibu angkatnya yang dikenal dengan panggilan Ibu Nunur.

“Hari Kamis itu saya ditelepon mama, diberi tahu kalau adik saya ada di rumah sakit karena disiram air panas oleh ibu angkatnya. Setelah itu saya langsung ke rumah sakit untuk memastikan kondisi adik saya dan menanyakan langsung apa yang terjadi,” ujar Salman kepada awak media, (15/2/2026).

Menurut penuturan korban kepada Salman, insiden bermula saat ia diminta memijat. Pelaku disebut merasa pijatan korban kurang kuat. “Katanya karena dipijat tidak terlalu kuat, tidak bersa pelaku langsung menyiramkan air panas,” ungkap Salman menirukan keterangan adiknya.

Akibat kejadian tersebut, Khusnul mengalami luka bakar hampir di sekujur tubuh, mulai dari kepala hingga kaki. Selain luka bakar, keluarga juga menemukan sejumlah luka lebam di tubuh korban serta bekas benturan di bagian kepala.

Salman menjelaskan, adiknya telah diasuh oleh ibu angkatnya sejak bayi, sekitar tahun 2004. Saat itu, Khusnul mengalami gangguan kesehatan berupa kejang-kejang semasa kecil. Orang tua kandungnya kemudian menitipkan korban kepada seorang yang dianggap mampu membantu pengobatan alternatif. Sejak saat itu, korban dirawat hingga dewasa oleh ibu angkatnya.

“Selama ini kami menganggap pelaku seperti keluarga sendiri, meski tidak ada hubungan darah. Kami tidak menyangka ada kejadian seperti ini,” kata Salman.

Tidak hanya siraman air panas, saat di periksa ada bekas luka di bagian kepalanya bekas ada pukulan dan juga lebam di bagian tubuh adiknya. Salaman sangat menyesalkan perbuatan ibu angkatnya yang sudah di anggap sebagai keluarga.

Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Balikpapan pada Jumat, sehari setelah kejadian.

Sementara itu, Kanit Identifikasi Polresta Balikpapan, Iptu Sukaca Bayu, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut. “Kami sedang mendalami keterangan saksi-saksi di sekitar tempat kejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti terkait insiden ini,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sejauh ini sedikitnya lima saksi telah diperiksa. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, meski rincian lebih lanjut akan disampaikan saat rilis resmi. Saat ini, terduga pelaku masih dalam proses pemeriksaan untuk pendalaman kasus.

Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan terus berjalan dan perkembangan penyelidikan akan disampaikan kepada publik.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

332

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.