Program DP3 Tetap Fokus Beri Pelatihan Pada Petani dan Nelayan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Komisi II DPRD kota Balikpapan menggelar pertemuan dengan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) kota Balikpapan untuk membahas tentang Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun 2022, yang dilaksanakan di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Selasa (27/7) pagi.

Ketua Komisi II DPRD H Haris menyampaikan, dalam KUA PPAS tahun 2022 itu memerlukan anggaran sekitar Rp 23 miliar, termasuk dalam belanja langsung kaji dan lain-lain. Sementara untuk programnya hanya ada beberapa saja, seperti pelatihan untuk para petani dan itu masih sama seperti program sebelumnya.

“Jadi anggaran kegiatannya itu cuma Rp 8,7 miliar dari Rp 2,3 miliar,” ucap H Haris saat ditemui usai rapat, Selasa (27/7).

Haris mengatakan, bahkan di situasi pandemi seperti ini, mereka masih tetap membantu para petani maupun tambak ikan dari Perikanan, salah satunya dengan membuatkan badan hukum untuk para nelayan, agar selama 3 tahun mendapatkan bantuan dengan beberapa persyaratan.

H Haris.

Sehingga bisa dikatakan bahwa programnya hanya seperti itu. Adapun kegiatan yang menggunakan anggaran sebesar Rp 815 juta itu untuk membuat pagar di tambak-tambak.

“Lebih intinya, mereka lebih banyak memberikan pelatihan-pelatihan kepada para petani, apalagi petani di Balikpapan masih kecil,” jelas Haris.

Pihaknya juga telah membuat Detail Engineering Design (DED) sekitar Rp 450 juta untuk pembibitan buah di Kebun Raya Balikpapan, yang mana lokasi tersebut sudah menyediakan lahan sekitar 5 heaktare. Ditambah kantor dinasnya yang tidak layak, sehingga perlu dilakukan rehab dengan anggaran 125-200 juta.

Adapun hal yang belum disepakati bersama, salah satunya membuat kajian tentang costored, karena itu ada di dinas perdagangan. Sementara untuk Perikanan masih masalah bibit dan pelatihan, apalagi nelayan tidak dapat bantuan, karena dalam aturan harus memiliki badan usaha selama 3 tahun.

“Adapun bantuan sekitar Rp 50 juta, diminta untuk bisa diberikan kepada yang belum menerima bantuan,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan dana setiap tahunnya yang bekerja sama dengan bulog terkait dengan pangan seperti beras. Hal ini dipersiapkan ketika terjadi suatu kondisi dengan melihat dari 600 jumlah penduduk, maka setiap tahunnya mereka menyiapkan sekitar Rp 150 juta.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *