Tertidur di Pelataran Masjid, Ponsel Driver Maxim Dicuri, Polsek Balikpapan Utara Lakukan Penyelidikan

FOTO: Pelaku mengambil ponsel saat korban tertidur pulas di pelataran masjid Kilometer 7, balikpapan utara/ doc.

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Seorang pengemudi Maxim menjadi korban pencurian saat sedang tertidur di pelataran Masjid Kilometer 7, Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah rekaman kamera pengawas atau CCTV yang memperlihatkan aksi pencurian beredar di masyarakat.

Dalam rekaman CCTV, seorang pria terlihat mengambil ponsel milik pengemudi Maxim yang sedang tertidur. Pelaku tampak mengambil barang tersebut dengan santai sebelum meninggalkan lokasi.

Informasi mengenai kejadian itu kemudian mendapat perhatian dari pihak kepolisian. Polsek Balikpapan Utara bergerak melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Utara, Ipda Abdul Jalal, langsung melakukan langkah penyelidikan setelah menerima informasi terkait kejadian tersebut. Polisi saat ini mendalami rekaman CCTV serta informasi lain yang berkaitan dengan kasus pencurian itu.

Kapolsek Balikpapan Utara AKP Rober Davis membenarkan adanya peristiwa pencurian tersebut. Menurutnya, proses penyelidikan masih dilakukan oleh jajaran Reskrim Polsek Balikpapan Utara.

“Benar, kejadian tersebut ada. Saat ini Reskrim Polsek Balikpapan Utara masih melakukan pendalaman,” ujar AKP Rober Davis.

Dalam perkembangan penyelidikan, polisi juga mendalami dugaan bahwa pelaku sempat meminta sejumlah uang kepada pemilik ponsel sebagai tebusan. Informasi tersebut menjadi bagian dari pendalaman yang dilakukan penyidik untuk mengungkap rangkaian kejadian.

Pihak kepolisian masih mengumpulkan informasi dan bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut. Rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pelaku juga menjadi salah satu bahan yang dapat membantu proses penyelidikan.

Hingga kini, identitas pelaku belum disampaikan kepada publik. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk menelusuri dugaan permintaan uang tebusan kepada korban.

Masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan pelaku atau memiliki informasi berkaitan dengan kejadian tersebut diharapkan dapat membantu pihak kepolisian dalam proses penyelidikan.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

34

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *