Wali Kota Tinjau Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Hotel Tiga Mustika

Balikpapan, Metrokaltim.com – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud melakukan peninjauan di Hotel Grand Tiga Mustika yang akan digunakan sebagai tempat isolasi menggantikan Embarkasi haji Batakan.

Rahmad Mas’ud mengatakan, pemindahan pasien covid-19 ke hotel bintang empat Ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah untuk melayani masyarakat.

“Karena kami bukan mau dilayani tapi kami sebagai pelayan masyarakat yang terdampak covid-19,” ucap Rahmad Mas’ud usai peninjauan, Selasa (1/6).

Pemerintah berkomitmen menekan dan memutus rantai penyebaran covid-19 di Balikpapan, disampaikannya jika ada ide atau saran dari masyarakat bertujuan memutus rantai penyebaran covid-19 akan dipertimbangkan.

“Mungkin saran, masukan dan ide dari kami baik, tetapi kalau ada ide dari masyarakat yang lebih baik silahkan, sepanjang itu tujuan untuk memutuskan rantai penyebaran covid-19 di Balikpapan. Kami akan melakukan semua untuk kebaikan warga kota kami,” jelas Rahmad Mas’ud.

Mengenai kamar isolasi yang disediakan sebanyak 56 kamar, telah memenuhi prosedur. Mulai dari awal pasien masuk parkiran ke hotel langsung menuju bagian belakang termasuk lift yang digunakan ada dua pintu yang berbeda hingga menuju kamar sudah sesuai dengan prosedur.

Lanjutnya, untuk penunjang lain dekat rumah sakit, akses ke mana-mana juga dekat termasuk keluarga pasien yang ingin melihat dan berkomunikasi dari kejauhan. Hotel Grand Tiga Mustika memberikan tambahan kamar di luar dari 56 kamar yang disediakan, apabila kamar yang disediakan tidak mencukupi sebagai kontribusi ke pemerintah.

“Wisma tempat isolasi juga ada. Kalau ada penambahan nanti diberi kamar oleh pemilik hotel. Mudah-mudahan jangan terpakai itu kamar,” harapannya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty menuturkan, Tim Satgas menggelar pelatihan kepada petugas hotel, memberikan perlindungan dengan vaksinasi, melakukan pemeriksaan rapid test antigen dan menyediakan alat pelindung diri (APD).

Selama dua hari ini, sudah dilakukan pelatihan kepada 15 pekerja hotel. Selain Tim Satgas yang memantau, terdapat pula tim medis, relawan PMI dan Satpol PP.

“Tim kami dari embarkasi haji tidak bubar tapi bergerak pindah ke sini. Ada 20 petugas yang pindah dari embarkasi haji, karena bekerja pakai shift,” imbuh dr Dio panggilan akrabnya.

Dirinya menjelaskan, pasien yang berada di embarkasi haji sudah selesai isolasi semua, sehingga tidak ada pemindahan pasien ke hotel yang ada hanya pemindahan tenaga dan alat-alat.

Adapun anggaran yang dikeluarkan Pemkot Balikpapan untuk menyewa hotel ini sekitar Rp 5,2 Miliar yang mulai digunakan pada 1 Juni hingga 31 Desember 2021 mendatang.

“Kemudian kita mendapatkan 56 kamar untuk pasien, enam kamar untuk petugas, ada 2 kamar untuk adminitrasi dan gudang,” pungkasnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *