134 Unit Rumah BSPS di Kalimantan Timur Rampung, Rumah Arbainah Kini Layak Huni
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Program Bedah Rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus menunjukkan progres. Hingga 5 Agustus 2026, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Kalimantan II melalui Satuan Kerja (Satker) PKP Provinsi Kalimantan Timur telah menyelesaikan pembangunan 134 unit rumah dengan progres fisik mencapai 100 persen.
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Arbainah (69), warga Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan. Rumah yang sebelumnya dalam kondisi tidak layak huni kini telah selesai direnovasi dan menjadi tempat tinggal yang lebih aman serta nyaman.
Putri bungsu Arbainah, Santi, mengungkapkan bahwa sebelum mendapat bantuan, kondisi rumah ibunya sangat memprihatinkan. Lantai, dinding, atap, hingga struktur bangunan telah lapuk dan keropos sehingga membahayakan keselamatan penghuni.
“Alhamdulillah, rumah ibu saya sekarang sudah bagus. Dulu saat Pak Menteri PKP datang meninjau, kami sangat khawatir rumah ini roboh karena lantai dan bangunannya sudah rapuh. Apalagi saat hujan atau angin kencang, kami selalu merasa waswas. Sekarang rumah ini sudah layak huni dan kami merasa lebih aman,” ujar Santi.
Sebelumnya, pada Mei 2026, Menteri PKP Maruarar Sirait bersama jajaran meninjau langsung rumah Arbainah. Saat itu, Menteri menilai kondisi rumah sangat memprihatinkan dengan dinding yang lapuk, struktur bangunan yang rapuh, atap bocor, serta sejumlah bagian lain yang membutuhkan perbaikan.
Kepala Balai P3KP Kalimantan II, Mustofa Otfan, mengatakan pelaksanaan Program BSPS 2026 masih terus berjalan. Selain rumah yang telah selesai dibangun, masih terdapat sejumlah calon penerima bantuan yang berada pada tahap verifikasi maupun proses pembangunan fisik.
Menurutnya, Balai P3KP Kalimantan II yang membawahi Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara telah menyelesaikan sebanyak 364 unit rumah hingga 5 Agustus 2026. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring berjalannya proses pelaksanaan program.
“Pelaksanaan Program BSPS di tiga provinsi masih mencakup tahapan verifikasi calon penerima bantuan, penggalangan keswadayaan masyarakat melalui tender rakyat dan gotong royong, pelaksanaan konstruksi, hingga pengawasan pekerjaan. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan lancar. Dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program bedah rumah ini,” kata Mustofa.
Program BSPS merupakan bantuan pemerintah yang mengedepankan prinsip keswadayaan dan kegotongroyongan masyarakat. Setiap penerima memperoleh bantuan senilai Rp20 juta, yang terdiri atas Rp17,5 juta untuk pembelian bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk pembayaran upah tukang.
39
