Kompolnas Kunjungi Polresta Balikpapan, Kumpulkan Data Rekam Jejak Perwira Polri
BALIKPAPAN, Metrokaltim. com — Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan kunjungan kerja ke Polresta Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jumat (26/9) siang. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda pengumpulan data dan penyusunan database rekam jejak Perwira Menengah (Pamen) dan Perwira Tinggi (Pati) Polri, khususnya yang pernah bertugas di lingkungan Polda Kaltim.
Tim Kompolnas yang hadir dipimpin oleh Dr. Yusuf, didampingi oleh Yosef Gaspar Matheus da Costa (Analis Kebijakan) dan Brigpol Muhammad Yoviansyah (BKO Kompolnas RI). Turut serta dalam kegiatan ini sejumlah pejabat Polda Kaltim, termasuk KBP Hendik dan staf, serta jajaran Polresta Balikpapan di bawah kepemimpinan Kapolresta Kombes Pol Anton Firmanto.
Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 12.20 WITA tersebut dilanjutkan dengan ibadah Salat Jumat bersama di Masjid Baitul Aman, Balikpapan. Selain pejabat kepolisian, acara juga dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat Kota Balikpapan.
Dalam sambutannya, Kapolresta Balikpapan menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim Kompolnas. “Kehadiran Kompolnas membantu menyelaraskan hubungan Polresta Balikpapan dengan tokoh-tokoh masyarakat. Kami berharap kegiatan ini memberikan hasil maksimal dan menjadi masukan penting bagi pimpinan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kompolnas Dr. Yusuf menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Kompolnas dalam memberikan rekomendasi kepada Presiden terkait kaderisasi kepemimpinan di tubuh Polri. “Kami ingin memastikan proses pengumpulan data berjalan transparan dan akurat. Ini penting dalam penentuan calon pimpinan Polri di masa depan,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah responden dari berbagai unsur masyarakat diminta mengisi kuesioner terstruktur sebagai bagian dari metode pengumpulan data. Tokoh adat Balikpapan, Leo Sukoco, menyampaikan harapannya agar ke depan lahir pemimpin Polri dari putra daerah Kalimantan. “Kami berharap ada Kapolda, bahkan Kapolri yang berasal dari Kalimantan atau Borneo,” ujarnya.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
796
