PT KKT Terima Calon Investor Tiongkok, Tinjau Peluang Pengembangan Kawasan Logistik Terintegrasi

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Aktivitas operasional di kawasan PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) tetap berlangsung normal pada pagi hari, dengan mobilitas kendaraan angkutan peti kemas yang keluar masuk area terminal. Di tengah padatnya kegiatan logistik tersebut, PT KKT menerima kunjungan rombongan calon investor dari Max Joy International Industry Limited, Anhui, Tiongkok, untuk menjajaki peluang kerja sama investasi.

Perusahaan asal Tiongkok itu diketahui bergerak di sektor produksi kawat timah solder (solder wire) dan bahan kimia industri. Kunjungan ini menjadi tahap awal untuk melihat langsung kesiapan infrastruktur serta potensi pengembangan kawasan industri dan logistik yang dikelola PT KKT.

Rombongan investor disambut oleh Sekretaris Perusahaan PT KKT, Tani Wijaya Rusdy, bersama perwakilan PT Kaltim Melati Bhakti Satya (Perseroda) selaku salah satu pemegang saham. Kegiatan tersebut juga melibatkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Timur serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam sesi pemaparan, pihak PT KKT menjelaskan posisi strategis terminal yang terhubung dengan jalur distribusi utama serta dukungan fasilitas bongkar muat yang telah beroperasi. Manajemen juga menyoroti potensi pengembangan lahan seluas 72,5 hektare yang diproyeksikan sebagai kawasan industri dan logistik terpadu.

Sekretaris Perusahaan PT KKT, Tani Wijaya Rusdy, menekankan bahwa kawasan tersebut dirancang untuk mendukung integrasi aktivitas industri dan distribusi barang. Ia menyebut keterbukaan terhadap investasi menjadi bagian dari strategi pengembangan jangka panjang perusahaan.

“Kami melihat kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat industri terintegrasi dengan layanan logistik. Kolaborasi dengan investor diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi daerah sekaligus memperkuat konektivitas industri di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Usai pemaparan, rombongan investor melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas, termasuk container yard, peralatan bongkar muat, serta pusat pengendalian operasional. Dalam kunjungan lapangan tersebut, diskusi antara kedua pihak berlangsung aktif, terutama terkait kapasitas layanan, efisiensi operasional, hingga peluang pengembangan fasilitas pendukung industri.

Perwakilan Max Joy International Industry Limited, Edward, menyampaikan bahwa pihaknya melihat potensi besar dari kawasan tersebut. Menurutnya, lokasi strategis dan kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam rencana pengembangan industri mereka.

“Kami menilai kawasan ini memiliki posisi yang sangat strategis dengan infrastruktur yang mendukung integrasi antara produksi dan distribusi,” ungkapnya.

Dari sisi pemerintah daerah, DPMPTSP Kalimantan Timur menyatakan siap memberikan pendampingan dalam proses perizinan dan investasi, sementara BPKAD Kaltim memastikan dukungan dari aspek pengelolaan aset dan kebijakan daerah.

PT Kaltim Melati Bhakti Satya (Perseroda) juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penjajakan kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BUMD, pemerintah daerah, dan investor.

Kunjungan ini menjadi langkah awal dari proses penjajakan yang akan dilanjutkan dengan kajian teknis dan bisnis lebih mendalam sebelum memasuki tahap kesepakatan kerja sama.

30

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.