KPB Tegaskan Komitmen Budaya Keselamatan melalui Penutupan BK3N 2026

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) secara resmi mengakhiri rangkaian kegiatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) 2026 dengan penyelenggaraan seminar keselamatan kerja. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat penerapan budaya HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) dalam mendukung pembangunan Proyek Strategis Nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Penutupan BK3N tahun ini mengusung tema “Memperkuat Akuntabilitas Pimpinan dan Kepatuhan Pekerja dalam Membangun Budaya HSSE Pertamina yang Inklusif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan.” Tema tersebut menekankan pentingnya peran pimpinan dan partisipasi aktif pekerja dalam membangun lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen Direktorat Proyek Infrastruktur PT Pertamina Patra Niaga, perwakilan PT PPN RU V Balikpapan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur, serta para pekerja dan manajemen PT KPB.

Direktur Utama PT KPB, Bambang Harimurti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan BK3N merupakan momentum untuk menegaskan kembali komitmen seluruh pekerja terhadap keselamatan kerja, terutama dalam mendukung keberhasilan pembangunan proyek RDMP Balikpapan.

Menurutnya, penerapan keselamatan kerja harus menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.

“Bulan K3 Nasional mengingatkan kita bahwa keselamatan merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan operasional sekaligus memastikan pembangunan RDMP Balikpapan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sebagai bagian dari implementasi budaya keselamatan, PT KPB terus mendorong penerapan 9 Perilaku Wajib dan 10 Corporate Life Saving Rules (CLSR) yang menjadi standar keselamatan bagi seluruh pekerja di area proyek. Perusahaan juga mendorong penggunaan Stop Work Authority (SWA), yaitu kewenangan bagi pekerja untuk menghentikan pekerjaan apabila ditemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian bersama agar setiap pekerja berani melakukan intervensi terhadap potensi bahaya di lingkungan kerja.

Sepanjang rangkaian BK3N 2026, KPB menggelar berbagai kegiatan yang berfokus pada peningkatan pemahaman dan praktik keselamatan kerja. Kegiatan tersebut meliputi donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial, tes tertulis sistem K3 untuk mengukur pemahaman pekerja terhadap prosedur keselamatan, serta pelatihan penyegaran bagi petugas pertolongan pertama (first aider).

Selain itu, perusahaan juga mengadakan workshop SLP Champion guna memperkuat peran kepemimpinan dalam keselamatan kerja, lomba Juara 1 K3 yang mendorong inovasi praktik keselamatan, serta inspeksi mendadak terhadap barang terlarang guna memastikan kepatuhan terhadap aturan keselamatan di area proyek.

Upaya pengendalian risiko juga dilakukan melalui pelaksanaan uji emisi kendaraan operasional untuk memastikan kendaraan proyek memenuhi standar keselamatan dan lingkungan. Di sisi lain, sosialisasi mengenai HIV/AIDS dan tuberkulosis (TBC) serta seminar K3 juga diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya kesehatan sebagai bagian dari keselamatan kerja.

KPB juga menjalankan kampanye internal SI Paling CLSR yang bertujuan mendorong pekerja untuk secara konsisten menerapkan aturan keselamatan kritikal dalam aktivitas sehari-hari.

Vice President Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menegaskan bahwa peringatan BK3N menjadi kesempatan penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam penerapan keselamatan kerja.

“Penerapan K3 bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab bersama untuk melindungi pekerja sekaligus memastikan keberlanjutan operasional proyek RDMP Balikpapan,” katanya.

183

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.