Apical Ajak Media Memahami Peran dan Tanggung Jawab Industri Sawit di Bulan Ramadan
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Momentum Ramadan dimanfaatkan Apical untuk memperkuat komunikasi dan dialog mengenai peran industri kelapa sawit bagi masyarakat dan perekonomian. Hal itu disampaikan perusahaan dalam kegiatan buka puasa bersama dengan insan pers di Balikpapan, Rabu (11/3/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar pandangan antara perusahaan dan media terkait perkembangan industri kelapa sawit, sekaligus kontribusinya dalam kehidupan sehari-hari.
Head of Corporate Communications Apical, Prama Yudha Amdan mengatakan, Ramadan menjadi momen refleksi untuk terus menjaga integritas serta menghadirkan manfaat bagi banyak pihak.
“Ramadan mengajarkan kami tentang kebermanfaatan dan integritas, melakukan yang benar bahkan ketika tidak ada yang melihat,” jelas Yudha sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, kelapa sawit saat ini tidak hanya menghasilkan minyak, tetapi juga berkembang menjadi berbagai produk bernilai tambah yang dimanfaatkan di banyak sektor. Produk oleokimia, misalnya, digunakan dalam berbagai kebutuhan sehari-hari, sementara functional fats mendukung industri pangan.
Selain itu, turunan kelapa sawit juga mulai dimanfaatkan dalam pengembangan energi terbarukan, termasuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).
“Manfaatnya kini semakin luas, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga bahan bakar pesawat,” paparnya.
Menurutnya, semakin luasnya pemanfaatan kelapa sawit juga menuntut pengelolaan industri yang bertanggung jawab dan tata kelola rantai pasok yang baik. Apical, kata dia, menerapkan pendekatan tersebut melalui pengelolaan rantai pasok terintegrasi, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga inovasi produk dan pengembangan energi terbarukan.
“Pada akhirnya, kelapa sawit bukan hanya minyak, tetapi manfaat yang dikelola dengan tanggung jawab untuk hari ini dan masa depan,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Manager General Affairs PT Kutai Refinery Nusantara (KRN), unit bisnis Apical, Randy Suwenli menambahkan, komitmen keberlanjutan juga diwujudkan melalui berbagai program pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal.
Salah satunya melalui pemanfaatan FABA (Fly Ash dan Bottom Ash), yakni material hasil pembakaran batu bara dari pembangkit listrik tenaga uap milik perusahaan yang telah beroperasi sejak 2021.
Material tersebut kemudian diolah menjadi produk bernilai ekonomis seperti batako dan paving block dengan melibatkan masyarakat sekitar.
“Program ini tidak hanya memanfaatkan kembali material yang ada, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” tambah Randy.
Ia menambahkan, inisiatif tersebut merupakan bagian dari penerapan filosofi 5C Apical, yaitu Good for the Community, Good for the Country, Good for the Climate, Good for the Customer, dan Good for the Company.
Melalui prinsip tersebut, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong praktik industri kelapa sawit yang berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Penulis: Ar
Editor: Alfa
131
