Solusi Warga Atasi Sampah Dari Masalah Lingkungan Menjadi Sumber Energi dan Penghasilan

Screenshot

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Di tengah meningkatnya persoalan sampah perkotaan, warga Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, menunjukkan bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan peluang.

Melalui gerakan berbasis masyarakat, sampah kini diolah menjadi sumber energi alternatif sekaligus penghasilan tambahan bagi warga.

Inisiatif ini digerakkan oleh praktisi lingkungan, Prayitno yang sejak 2012 konsisten mengedukasi masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap sampah. Ia mendorong warga untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah, bukan lagi sekadar membuangnya.

“Kalau dikelola dengan benar, sampah bisa memberi manfaat. Bukan hanya menjaga lingkungan, tapi juga menambah nilai ekonomi,” ucap Prayitno, Selasa (31/3/2026).

Melalui sistem pemilahan, sampah organik diolah menjadi kompos dan media tanam, sementara sampah nonorganik didaur ulang menjadi produk seperti kerajinan, pakaian, hingga sepatu. 

“Bahkan, inovasi lebih jauh kami dilakukan dengan mengolah plastik menggunakan teknologi pirolisis untuk menghasilkan bahan bakar alternatif seperti solar dan bensin,” akunya.

Dampak dari gerakan ini mulai terasa. Selain lingkungan yang lebih bersih, warga juga memperoleh manfaat ekonomi dari hasil pengolahan sampah. Program ini semakin kuat dengan terbentuknya sekitar 100 bank sampah yang tersebar di berbagai wilayah Balikpapan.

Keberhasilan tersebut turut mendapat apresiasi dari pemerintah kota dalam peringatan HUT ke-129 Balikpapan. 

“Penghargaan diberikan atas kontribusi nyata dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat,” lanjutnya.

Meski demikian, tantangan masih dihadapi. Pertumbuhan penduduk, terutama dari pendatang baru, memunculkan persoalan baru terkait rendahnya kesadaran dalam membuang sampah.

“Edukasi harus terus berjalan. Kesadaran lingkungan tidak bisa instan, apalagi dengan masyarakat yang terus bertambah,” jelasnya.

Untuk menjaga keberlanjutan, Prayitno menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda. Berbagai kegiatan edukatif seperti lomba dan pelatihan rutin dilakukan agar kesadaran lingkungan tumbuh sejak dini.

Gerakan dari Muara Rapak ini menjadi contoh bahwa solusi persoalan sampah dapat dimulai dari tingkat lokal. Dengan pendekatan yang tepat, sampah tak lagi menjadi beban kota, melainkan sumber daya yang memberi manfaat bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Penulis: Ar

Editor: Alfa

111

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.