Kapendam Kodam VI/Mulawarman Buka Suara! Tuduhan Oknum TNI Jadi Begal di Balikpapan Disebut Hoaks

FOTO: Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo, memberikan klarifikasi terkait viralnya dugaan oknum TNI terlibat aksi begal di Balikpapan. Kodam menegaskan insiden tersebut merupakan kesalahpahaman di jalan dan kasus kini ditangani Polisi Militer/ doc

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut adanya oknum TNI diduga terlibat aksi begal di Balikpapan. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar dan meminta media mengedepankan konfirmasi sebelum mempublikasikan berita yang berkaitan dengan institusi TNI.

Dalam keterangannya, Gatot menyampaikan bahwa pemberitaan yang berkembang di masyarakat perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun fitnah terhadap institusi. Menurutnya, setiap informasi yang melibatkan anggota TNI sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak terkait.

“Kalau ada kaitannya dengan pemberitaan terhadap anggota TNI, tolong dikonfirmasi dulu. Takutnya nanti menjadi fitnah dan berkembang tidak seperti fakta sebenarnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peristiwa yang terjadi pada 30 Maret lalu bermula dari insiden di jalan antara sejumlah anak muda dengan anggota TNI. Saat itu, kendaraan anggota TNI diduga hampir bersenggolan dengan pengendara lain sehingga memicu reaksi spontan.

“Bukan pembegalan seperti yang diberitakan. Itu murni kesalahpahaman di jalan,” kata Gatot.

Menurutnya, anggota yang terlibat kemudian berupaya mengejar pengendara tersebut untuk meminta klarifikasi atas insiden di jalan. Namun, situasi sempat memanas karena adanya gesekan antara kedua belah pihak.

Belakangan diketahui bahwa pihak yang terlibat juga merupakan anak dari anggota TNI. Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh Polisi Militer Kodam VI/Mulawarman untuk memastikan proses berjalan sesuai aturan.

“Anggota yang terlibat sudah diproses oleh Pomdam. Kedua belah pihak juga sudah dipanggil untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Gatot menambahkan, penyelesaian persoalan sementara dilakukan secara kekeluargaan, namun proses hukum dan pemeriksaan internal tetap berjalan. Ia menegaskan Kodam VI/Mulawarman tidak akan menutupi apabila terdapat anggota yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Kalau anggota salah, tentu akan ditindak. Ini menjadi pembelajaran bagi anggota yang lain agar tidak melakukan pelanggaran sekecil apa pun,” tegasnya.

Ia juga memastikan dua anggota TNI yang kini menjalani pemeriksaan bukanlah pelaku begal seperti yang ramai diberitakan di media sosial. Menurutnya, insiden tersebut lebih kepada kesalahpahaman di jalan akibat rasa kaget dan situasi spontan.

Selain itu, Gatot mengingatkan seluruh personel TNI agar selalu menggunakan perlengkapan berkendara secara lengkap demi keselamatan di jalan raya. Langkah tersebut, kata dia, juga menjadi perhatian pimpinan Kodam untuk terus meningkatkan disiplin prajurit saat berkendara.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

283

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.