Sinergi Polisi dan Petani di Balikpapan Timur Perkuat Ketahanan Pangan Lokal
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan di Balikpapan Timur melalui kolaborasi antara kepolisian dan pegiat pertanian lokal. Kegiatan perawatan serta penanaman tanaman produktif digelar di kawasan Industrial Farming Balikpapan, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan personel Polsek Balikpapan Timur bersama masyarakat dan komunitas ketahanan pangan setempat. Selain menjaga keberlanjutan lahan pertanian, aksi gotong royong itu juga bertujuan menciptakan lingkungan yang hijau dan bernilai ekonomis bagi warga sekitar.
Kapolsek Balikpapan Timur AKP Much Chusen, yang memimpin langsung kegiatan tersebut mengatakan keterlibatan aparat kepolisian merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat sektor pangan nasional.
Menurutnya, sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan produksi pangan di daerah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong kesadaran bersama bahwa ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab petani, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” ujarnya di sela kegiatan.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy, agar jajaran kepolisian aktif mendukung program sosial dan pemberdayaan masyarakat, termasuk di bidang pertanian dan lingkungan hidup.
Kawasan Industrial Farming Balikpapan sendiri dikenal sebagai salah satu sentra pertanian produktif di wilayah Balikpapan Timur. Dengan adanya perawatan dan penanaman rutin, kawasan itu diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi pangan lokal sekaligus mendukung kesejahteraan petani.
Para pegiat pertanian yang terlibat menyambut positif kolaborasi tersebut. Mereka menilai dukungan dari kepolisian memberi motivasi tambahan bagi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian secara berkelanjutan.
Selain mendukung ketersediaan pangan, kegiatan ini juga diharapkan mampu membantu meningkatkan hasil panen dan nilai jual produk pertanian masyarakat setempat.
108
