Anggy Umbara Bongkar Luka Keluarga di Film ‘Keluarga Suami Adalah Hama’, Penonton Balikpapan Langsung Curhat Usai Nonton

FOTO: Film Keluarga suami adalah hama tayang perdana dihadiri Sutradara Anggy Umbara dan Fairus A Rafiq/doc.

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Film keluarga terbaru berjudul Keluarga Suami Adalah Hama resmi menggelar tayang perdana di Balikpapan dan mendapat sambutan hangat dari para penonton. Acara launching film tersebut turut dihadiri langsung oleh sutradara sekaligus penulis cerita, Anggy Umbara, bersama aktris Fairuz A Rafiq yang ikut membintangi film tersebut.

Film yang diangkat ke layar lebar ini merupakan kisah nyata yang terinspirasi dari pengalaman pribadi Anggy Umbara. Dalam sesi wawancara bersama awak media usai pemutaran perdana, Anggy mengungkapkan bahwa film tersebut banyak menggambarkan perjuangan kehidupan keluarga, khususnya bagi generasi muda yang menjadi tulang punggung keluarga besar.

“Pastinya gimana kita berjuang bersama keluarga, terutama bersama istri. Terus secara keluarga bisa menjadi fungsional sesuai fungsinya masing-masing. Jadi tidak melewati batasan antara satu sama lain,” ujar Anggy Umbara.

Menurutnya, keharmonisan keluarga dapat tercipta apabila setiap anggota memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. Ia menilai persoalan dalam rumah tangga sering muncul ketika batasan antaranggota keluarga mulai hilang.

“Yang paling penting dari keluarga itu supaya harmonis, fungsional, dan tidak terus menekan pasangan muda, khususnya generation yang harus bertahan dan membiayai semua keluarga mereka,” katanya.

Anggy juga menyebut kisah yang diangkat dalam film tersebut sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Ia menilai banyak generasi milenial maupun generasi X mengalami tekanan ekonomi dan sosial karena harus menopang kebutuhan keluarga besar sekaligus keluarga inti mereka sendiri.

“Ini pengalaman hidup. Mungkin hampir semua milenial atau generasi X pernah mengalami harus menopang kehidupan keluarga dan membiayai keluarga sendiri. Apalagi kalau keluarga besar,” ungkapnya.

Meski mengangkat isu yang cukup sensitif, Anggy mengaku tidak memasang target muluk untuk jumlah penonton film tersebut. Namun, ia berharap film garapannya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia.

“Kalau target khusus sebenarnya tidak ada. Berapapun penontonnya kita syukuri. Tapi kalau bicara film sukses secara umum, biasanya di atas satu juta penonton,” ujarnya.

Ia juga mengaku terkesan dengan respons masyarakat Balikpapan pada hari pertama penayangan film tersebut. Menurutnya, para penonton terlihat antusias dan merasa sangat dekat dengan cerita yang ditampilkan di layar.

“Reaksinya positif dan responsif. Kayaknya relate semua, bahkan langsung curhat setelah nonton,” kata Anggy.

Tak menutup kemungkinan, Anggy juga membuka peluang untuk menghadirkan kelanjutan cerita apabila film tersebut mendapat sambutan besar dari masyarakat.

Sementara itu, Fairuz A Rafiq mengaku sanagt senang sekali bisa berada dalam tersebut. karnea juag oeminay sangat bagus-bagus. Emosinya langsung bercampur aduk sejak pertama kali membaca naskah film tersebut. Bahkan saat menonton hasil akhirnya, ia tetap merasakan emosi mendalam meski sudah mengetahui alur cerita sebelumnya.

“Baru baca skenarionya saja sudah banyak emosi campur aduk. Saat sudah jadi film dan menonton pertama kali, feel-nya tetap dapat banget,” ujar Fairuz.

Ia juga memuji keberanian Anggy Umbara yang dinilai mampu mengangkat kisah pribadinya ke layar lebar secara terbuka. Menurut Fairuz, tidak semua orang memiliki keberanian untuk menceritakan konflik keluarga yang pernah dialami dalam kehidupan nyata.

“Mas Anggy sangat berani mengangkat cerita ini. Tidak semua orang berani mencurahkan apa yang terjadi dalam kehidupannya sendiri menjadi sebuah film,” tuturnya.

Film Keluarga Suami Adalah Hama diharapkan dapat menjadi refleksi bagi masyarakat tentang pentingnya memahami peran dalam keluarga, menjaga batasan, serta saling mendukung demi terciptanya hubungan rumah tangga yang harmonis.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

109

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.