TP PKK Balut Raih Juara 1 TOGA Berkat Inovasi Ramah Lingkungan
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Inovasi pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) mengantarkan TP PKK Kecamatan Balikpapan Utara (Balut) meraih Juara 1 Lomba TOGA tingkat Kota Balikpapan tahun 2026.
Keberhasilan tersebut tidak hanya dinilai dari keindahan taman tanaman obat, tetapi juga berbagai kreativitas yang dikembangkan untuk mendukung kesehatan keluarga, edukasi masyarakat, hingga pengelolaan limbah ramah lingkungan.
Ketua TP PKK Kecamatan Balut, Niniek Umar Adi mengatakan, lomba TOGA merupakan agenda tahunan Pokja III PKK yang diikuti seluruh kecamatan di Kota Balikpapan.
“Setiap kecamatan memiliki taman TOGA masing-masing dan perawatannya dilakukan bersama kelurahan di wilayah masing-masing,” ucap Niniek kepada media, Kamis (28/5/2026).
Dalam penilaian lomba, tim juri mempertimbangkan berbagai aspek mulai dari administrasi, jumlah dan jenis tanaman, keindahan taman, hingga hasil olahan tanaman obat seperti simplisia, jamu tradisional, dan makanan berbahan TOGA.
“Selain itu, inovasi menjadi salah satu poin penting yang menentukan penilaian setiap peserta,” jelasnya.
TP PKK Balut menghadirkan sejumlah terobosan yang menarik perhatian tim penilai. Salah satunya penggunaan barcode pada tanaman obat untuk memudahkan masyarakat mengetahui nama dan manfaat tanaman secara digital.
Tidak hanya itu, taman TOGA juga dilengkapi papan edukasi umur sampah serta tempat sampah organik berbahan galon air mineral bekas sebagai bentuk kampanye pengelolaan lingkungan.
Inovasi lain yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan limbah popok bayi yang diolah menjadi pupuk tanaman ramah lingkungan.
“Inovasi pupuk dari limbah popok bayi ini merupakan hasil karya warga Kelurahan Karang Joang dan dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di taman TOGA,” tambah Niniek.
Menurutnya, keberadaan taman TOGA tidak hanya bermanfaat untuk penghijauan lingkungan, tetapi juga membantu masyarakat memenuhi kebutuhan obat alami secara mandiri di rumah.
Tanaman seperti jahe, kunyit, serai, hingga temulawak dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan keluarga sekaligus diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
“Tanaman TOGA ini manfaatnya sangat besar. Selain untuk kesehatan keluarga, juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui olahan jamu, simplisia, hingga produk turunannya,” katanya.
Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi kader PKK dan masyarakat untuk terus mengembangkan pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai bagian dari pola hidup sehat dan ramah lingkungan di Kota Balikpapan.
Penulis: Rie
Editor: Alfa
68
