Hari Doa Nasional 2026 Hadir Lebih Inklusif, Libatkan Ribuan Peserta dan Siaran Daring
FOTO: Suasana pembukaan Hari Doa Nasional 2026 di Gedung BSCC Dome Balikpapan berlangsung meriah dengan rangkaian ibadah, doa bersama, serta penampilan seni budaya yang mengangkat nilai persatuan bangsa/ doc.
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Hari Doa Nasional 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan dalam pelaksanaannya. Selain diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai daerah, kegiatan yang berlangsung di Gedung BSCC Dome Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (2/7/2026), juga dirancang lebih inklusif agar dapat diakses oleh masyarakat yang lebih luas.
Ketua Panitia Hari Doa Nasional 2026, Fani Adrianto Joosy Kusumo, mengatakan penyelenggaraan tahun ini tidak hanya mengusung semangat persatuan, pelayanan, dan kasih, tetapi juga memberikan ruang partisipasi yang lebih besar bagi seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah penayangan langsung seluruh rangkaian pembukaan melalui kanal YouTube. Dengan demikian, masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara dapat mengikuti jalannya kegiatan secara daring.
Selain itu, panitia untuk pertama kalinya menyediakan layanan juru bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas rungu. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mewujudkan pelaksanaan Hari Doa Nasional yang lebih ramah dan inklusif.

Ketua Panitia Hari Doa Nasional 2026 kaltim yang juga Isteri Wakapolda Kaltim, Fani Adrianto Joosy Kusumo.
“Kami ingin memastikan bahwa pesan-pesan doa, kasih, dan kebangsaan dapat diterima oleh semua orang tanpa terkecuali. Karena itu, penyelenggaraan tahun ini dibuat lebih inklusif,” ujar Fani.
Hari Doa Nasional merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI). Tahun ini menjadi penyelenggaraan kelima setelah sebelumnya dilaksanakan di Kupang, Papua, Manado, dan Medan.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan delapan aras gereja, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jemaat Kristen dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur maupun sejumlah provinsi lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menyampaikan sambutan melalui tayangan video. Ia mengapresiasi pelaksanaan Hari Doa Nasional di Kalimantan Timur serta mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, dan semangat kebangsaan yang dilandasi nilai-nilai keimanan.
Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan sejumlah musisi rohani nasional, di antaranya Sari Simorangkir dan Andi Ambarita. Penampilan penyanyi sekaligus pianis tunanetra Grezya Ephipani juga mendapat apresiasi dari para peserta.
Rangkaian acara turut dimeriahkan penampilan Korea World Choir, PSRP Choir sebagai juara nasional Pesparawi, PSDP Choir, pertunjukan tari nusantara, musik rohani, hingga atraksi sand art yang dibawakan seniman Ronald. Melalui media lukis pasir, ia menampilkan kisah perjalanan Forum Umat Kristiani Indonesia dan sejarah penyelenggaraan Hari Doa Nasional.
Seluruh rangkaian pembukaan memadukan ibadah, doa bersama, serta pertunjukan seni budaya yang mengangkat nilai persatuan, toleransi, dan harapan bagi Indonesia.
Setelah pembukaan, Hari Doa Nasional 2026 akan berlanjut hingga 5 Juli 2026 dengan agenda doa, ibadah, seminar, dan persekutuan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
54
