Peran Media Dinilai Penting dalam Membangun Pemahaman Publik tentang Industri Hulu Migas

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Peran media massa dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap industri hulu minyak dan gas bumi (migas), terutama di tengah tantangan produksi dan meningkatnya kebutuhan energi nasional.

Hal tersebut mengemuka dalam forum dialog yang digelar PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama insan media di Balikpapan, Kamis (2/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang diskusi mengenai perkembangan industri hulu migas sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, media, dan pemangku kepentingan.

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengatakan industri hulu migas saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari aspek operasional, bisnis, hingga dinamika geopolitik global. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk media, agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai pentingnya keberlanjutan produksi migas.

Ia menjelaskan, sebagian besar lapangan migas yang dikelola saat ini telah memasuki tahap pemulihan produksi sekunder dan tersier. Kondisi tersebut membuat proses produksi menjadi semakin kompleks sehingga kelancaran operasi menjadi faktor penting untuk menjaga keekonomian kegiatan usaha.

Dony juga mengungkapkan kebutuhan minyak nasional masih jauh melampaui kemampuan produksi dalam negeri. Saat ini Indonesia membutuhkan sekitar 1,6 juta barel minyak per hari, sementara produksi domestik berada di kisaran 605 ribu barel per hari. Karena itu, setiap tambahan produksi dinilai memiliki kontribusi strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak.

Menurutnya, pemberitaan yang akurat dan berimbang dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tantangan yang dihadapi industri hulu migas. Sebaliknya, informasi yang tidak tepat berpotensi memengaruhi dukungan publik terhadap keberlangsungan operasi yang pada akhirnya berdampak pada upaya peningkatan produksi migas nasional.

Selain membahas perkembangan sektor hulu migas, forum tersebut juga diisi dengan sesi motivasi mengenai pengelolaan perubahan. Materi tersebut bertujuan memberikan wawasan kepada peserta agar mampu beradaptasi terhadap perubahan dalam lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan yang sama, Analis Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi, Khusnul Istiqomah, menegaskan media merupakan mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai capaian dan upaya industri hulu migas dalam mendukung ketahanan energi nasional memerlukan dukungan pemberitaan yang profesional dan informatif agar dapat diketahui publik secara luas.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada insan media yang selama ini menjalin kerja sama dengan SKK Migas dan PHI. Sinergi yang telah terbangun diharapkan terus diperkuat untuk mendukung penyebarluasan informasi mengenai industri hulu migas dan kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional.(*).

47

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *