Dari Jantung IKN, Hari Doa Nasional Kobarkan Semangat Membangun Indonesia

NUSANTARA, Metrokaltim.com – Puncak peringatan Hari Doa Nasional (HDN) ke-5 Tahun 2026 yang digelar Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Minggu (6/7/2026), menjadi momentum penguatan dukungan moral dan spiritual terhadap pembangunan ibu kota baru Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Multifunction Hall Kemenko 3 tersebut menutup rangkaian Hari Doa Nasional 2026 dengan mengusung tema “Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala dari IKN Kalimantan Timur ke Bangsa-Bangsa”. Acara diikuti peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, serta tamu dari Korea Selatan dan Selandia Baru.

Sebelum mengikuti acara utama, seluruh peserta melaksanakan penanaman bibit pohon di kawasan IKN. Kegiatan itu menjadi simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus harapan bagi keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya kawasan IKN sebagai lokasi penyelenggaraan Hari Doa Nasional. Menurutnya, dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk melalui doa, menjadi motivasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan ibu kota negara.

“Ini menjadi semangat tersendiri bagi kami di Otorita IKN. Peserta yang hadir merupakan representasi dari berbagai daerah di Indonesia. Kami berharap setelah melihat langsung perkembangan pembangunan IKN, mereka dapat menyampaikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat di daerah masing-masing,” ujar Basuki.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Doa Nasional 2026, Fanny Jossy Kusumo, menegaskan bahwa berakhirnya rangkaian kegiatan di IKN bukan menjadi akhir dari gerakan doa bagi Indonesia.

“Hari ini bukan hari terakhir doa nasional, tetapi justru menjadi awal bagi doa yang terus mengalir untuk umat, IKN, dan Indonesia. Jangan biarkan doa hari ini berhenti di IKN, tetapi bawalah semangat ini ke gereja-gereja agar doa bagi bangsa terus dipanjatkan,” katanya.

Fanny juga mengajak gereja-gereja di seluruh Indonesia untuk terus memperkuat persatuan dan mengambil peran dalam mendukung bangsa melalui doa dan pelayanan.

“Kehadiran kita di sini bukan sekadar berkumpul. Kita datang untuk berdoa bagi bangsa, bekerja bagi bangsa, dan menyatukan gereja-gereja di Indonesia agar terus berseru kepada Tuhan bagi negeri ini,” tuturnya.

Selain diikuti peserta dari berbagai daerah, kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley serta Bupati Tolikara Willem Wandik.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

41

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *