Kabut Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Belajar Sekolah Balikpapan

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla turut berdampak pada aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Untuk mencegah gangguan kesehatan akibat paparan asap, pihak sekolah mengimbau siswa menggunakan masker selama beraktivitas di lingkungan sekolah. Sejumlah kegiatan di luar ruangan juga untuk sementara ditiadakan.

Langkah antisipasi tersebut salah satunya diterapkan di SD Negeri 012 Balikpapan Timur. Sejak kurang lebih dua pekan terakhir, pihak sekolah mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan.

Kegiatan seperti upacara bendera setiap Senin dan olahraga untuk sementara ditiadakan. Sementara itu, imbauan penggunaan masker mulai diterapkan sejak pekan lalu.

Hingga kini, pihak sekolah belum menerima laporan adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap. Masker yang digunakan siswa juga masih disediakan secara mandiri oleh masing-masing orang tua.

Kepala SD Negeri 012 Balikpapan Timur, Ngatiani, mengatakan pihak sekolah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi udara dan berkoordinasi dengan orang tua siswa untuk memastikan perlindungan anak selama berada di sekolah.

“Selama kondisi masih memungkinkan, pembelajaran tetap kami laksanakan secara tatap muka. Namun, kami tetap mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mengimbau anak-anak menggunakan masker,” ujar Ngatiani.

Menurutnya, pembelajaran jarak jauh atau PJJ menjadi salah satu opsi apabila kondisi kabut asap semakin memburuk. Namun, penerapan PJJ dinilai memiliki sejumlah kendala, mulai dari akses internet hingga aktivitas anak di luar rumah.

Selain itu, pelaksanaan PJJ juga dikhawatirkan dapat memengaruhi pemenuhan program Makan Bergizi Gratis atau MBG bagi siswa.

Karena itu, selama kualitas udara masih memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar, sekolah memilih tetap melaksanakan pembelajaran secara tatap muka dengan menerapkan sejumlah langkah perlindungan untuk mengurangi paparan asap.

Pihak sekolah juga meminta orang tua ikut memastikan anak menggunakan masker, baik saat berangkat menuju sekolah maupun ketika beraktivitas di luar rumah.

Sekolah akan terus memantau perkembangan kondisi kualitas udara dan menyesuaikan kegiatan belajar mengajar berdasarkan situasi di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga proses pembelajaran tetap berjalan sekaligus meminimalkan risiko gangguan kesehatan pada siswa akibat paparan kabut asap karhutla.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

39

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *