Cuaca Buruk Tekan Penghasilan Nelayan hingga Empat Bulan, Irawan Minta Pemerintah Turun Tangan
PPU, Metrokaltim.com – Kondisi cuaca yang tidak bersahabat dalam beberapa bulan terakhir berdampak terhadap aktivitas melaut masyarakat nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Gelombang besar di wilayah perairan selatan membuat nelayan tidak dapat menjalankan aktivitas penangkapan ikan secara maksimal sehingga berpengaruh langsung terhadap penghasilan mereka.
Anggota Komisi I DPRD PPU, Irawan Heru Suryanto, mengatakan persoalan cuaca menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi nelayan saat ini. Dampaknya bahkan dirasakan dalam kurun waktu sekitar empat bulan terakhir.
“Cuma persoalannya, nelayan ini satu, terkait masalah cuaca saja. Karena El Niño ini kan, selatan gelombang besar, masyarakat nelayan tidak bisa maksimal dalam mencari ikan,” ujar Irawan, Jumat (6/11/2026).
Ia mengakui kondisi tersebut membuat pendapatan nelayan mengalami penurunan cukup besar. Ketika gelombang tinggi terjadi, nelayan tidak memiliki keleluasaan untuk melaut karena harus mempertimbangkan keselamatan diri dan kondisi peralatan yang digunakan.
“Oh, sangat berkurang selama empat bulan ini,” katanya.
Menurut Irawan, kondisi tersebut membutuhkan perhatian pemerintah daerah, khususnya dalam membantu masyarakat nelayan yang kehilangan kesempatan memperoleh penghasilan akibat tidak dapat menjalankan aktivitas penangkapan ikan.
“Ya, pemerintah harus turun tangan bantu masyarakat yang tidak bisa melaut,” tegasnya.
Ia menilai bantuan terhadap nelayan tidak hanya perlu diarahkan pada penyediaan sarana penangkapan ikan, tetapi juga harus mempertimbangkan alternatif kegiatan produktif yang dapat dilakukan ketika kondisi perairan tidak memungkinkan untuk melaut.
Salah satu gagasan yang muncul dalam pembahasan tersebut adalah pengembangan usaha budidaya perikanan melalui tambak atau sistem budidaya lainnya.
Menurutnya, alternatif tersebut dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu nelayan tetap memiliki sumber penghasilan ketika aktivitas penangkapan ikan terganggu.
Namun, pengembangan usaha budidaya juga membutuhkan dukungan kemampuan teknis dan permodalan. Tanpa dukungan tersebut, masyarakat akan kesulitan mengembangkan kegiatan alternatif secara mandiri.
Karena itu, pemerintah diharapkan dapat melihat persoalan nelayan secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi fasilitas melaut, tetapi juga keberlanjutan penghasilan keluarga nelayan.
Irawan berharap intervensi pemerintah dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi sektor perikanan di Kabupaten PPU.(Adv/ DPRD PPU).
22
