Titik Api Karhutla di Kaltim Mulai Menyusut, BPBD: Ancaman Kebakaran Belum Berakhir
FOTO: Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan.
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim), Buyung Dodi Gunawan, memantau langsung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui udara menggunakan pesawat C-130 Large Air Tanker milik NSW Rural Fire Service Australia.
Pesawat berkapasitas besar tersebut mampu menjatuhkan hingga 15.000 liter air dalam sekali penerbangan untuk membantu memadamkan titik api yang tersebar di sejumlah wilayah di Kaltim.
Buyung mengatakan, berdasarkan pemantauan terakhir, jumlah titik panas atau hotspot di Kaltim mulai menunjukkan penurunan dibandingkan kondisi beberapa waktu sebelumnya. Meski demikian, sejumlah titik masih terpantau sehingga upaya penanganan karhutla tetap harus dilakukan secara maksimal.
“Variasinya masih ada. Sebelumnya jumlah hotspot sempat mencapai 900 hingga lebih dari 1.000 titik. Sekarang sudah menurun, ada yang sekitar 500 bahkan 200 titik,” jelas Buyung saat memantau operasi pemadaman.
Ia menjelaskan, berdasarkan data pemantauan, pada 3 November tercatat sekitar tujuh titik, sedangkan pada 4 November jumlahnya meningkat menjadi sekitar 15 hingga 16 titik. Namun, kondisi tersebut terus dipantau seiring adanya perubahan cuaca dan potensi hujan di sejumlah wilayah.
Sementara itu, laporan kejadian kebakaran pada November juga mengalami penurunan cukup signifikan. Hingga pemantauan terakhir, jumlah kejadian kebakaran yang tercatat sepanjang November sekitar 45 kejadian.
Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan akumulasi kejadian hingga Oktober yang mencapai sekitar 2.500 kejadian. Kendati demikian, Buyung mengingatkan bahwa penurunan angka kebakaran tidak serta-merta membuat masyarakat dan petugas lengah.
Menurutnya, hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Kaltim belum sepenuhnya menghilangkan risiko kebakaran. Pasalnya, curah hujan belum merata dan wilayah tersebut masih berada dalam masa peralihan musim.
“Memang hujan sudah mulai merata di beberapa wilayah, tetapi bukan berarti potensi kebakaran sudah hilang. Kemarin hujan, besoknya masih ada kebakaran di Makroman, Samarinda. Jadi, kebakaran masih sangat memungkinkan terjadi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca yang berubah-ubah membuat pemantauan dan kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan. Terlebih, sejumlah kawasan masih memiliki potensi munculnya titik api ketika kondisi lahan kembali mengering.
Karena itu, operasi water bombing menggunakan pesawat Australia diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan karhutla di Kaltim, terutama pada kawasan yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.
BPBD Kaltim bersama unsur terkait juga terus melakukan pemantauan perkembangan titik api serta memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Catatan: Angka hotspot dan kejadian kebakaran dalam naskah ini mengikuti keterangan narasumber. Sebaiknya dipastikan kembali berdasarkan data resmi BPBD agar tidak terjadi perbedaan antara jumlah hotspot, titik api, dan kejadian kebakaran.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
78
