Lanud Dhomber Jadi Markas Operasi Hercules Australia, 15 Ribu Liter Air Siap Gempur Karhutla Kaltim

FOTO: Komandan Lanud Dhomber Balikpapan, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, menjelaskan kesiapan fasilitas dan dukungan operasional bagi pesawat Hercules Australia dalam misi pemadaman karhutla di Kalimantan Timur/ Ries.

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus dilakukan. Kali ini, dukungan pemadaman dari udara diperkuat dengan pengerahan pesawat C-130 Large Air Tanker (LAT) milik NSW Rural Fire Service Australia yang disiagakan di Base Ops Lanud Dhomber Balikpapan.

Pesawat Hercules tersebut dikerahkan untuk membantu operasi pemadaman titik api melalui metode water bombing. Dengan kapasitas angkut sekitar 15.000 liter air dalam sekali penerbangan, pesawat ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran di sejumlah wilayah terdampak karhutla di Kaltim.

Komandan Lanud Dhomber Balikpapan, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, mengatakan, TNI Angkatan Udara telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung kedatangan dua alutsista dari Australia tersebut.

Menurutnya, koordinasi telah dilakukan sejak sebelum kedatangan pesawat pada 4 November 2026. Mabes TNI juga telah menerbitkan flight clearance dan security clearance guna mendukung kelancaran operasional pesawat asing tersebut.

“Kami di Lanud Dhomber sudah menyiapkan fasilitas yang diperlukan, termasuk dukungan posko yang nantinya digunakan oleh para ahli dan tim dari Australian Fire,” ujarnya.

Selain fasilitas operasional, Lanud Dhomber juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyiapkan pasokan air yang dibutuhkan dalam pengisian ulang pesawat sebelum kembali melaksanakan misi pemadaman.

Sorga Laksana menjelaskan, berdasarkan laporan sementara, operasi pemadaman melalui udara telah dilaksanakan sebanyak tiga sorti penerbangan.

Dalam pelaksanaannya, pesawat pemandu berkolaborasi dengan Hercules untuk menentukan lokasi sasaran penyiraman. Kombinasi kedua pesawat tersebut dinilai membantu meningkatkan efektivitas pemadaman, terutama pada titik api yang menjadi prioritas.

“Pesawat Hercules membawa kurang lebih 15.000 liter air. Dengan metode kombinasi pesawat pemandu dan pesawat yang melaksanakan water bombing, proses pemadaman bisa dilakukan beberapa kali sehingga lebih efektif untuk menjangkau titik api prioritas,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan pesawat berkapasitas besar tersebut memberikan keuntungan tersendiri. Jika sebelumnya proses pemadaman harus dilakukan berulang kali dengan mengambil air dari embung atau sumber air terdekat, kini penyiraman dapat dilakukan lebih intensif menggunakan pesawat tanker.

Terkait kerja sama dengan Australia, Sorga Laksana menyebut hingga saat ini koordinasi berjalan lancar. Perbedaan bahasa tidak menjadi hambatan berarti dalam pelaksanaan operasi gabungan tersebut.

“Alhamdulillah, proses koordinasi sampai dengan siang tadi berjalan lancar. Kendala bahasa tidak menjadi masalah. Kami berusaha bersama-sama mencari solusi dari setiap permasalahan yang muncul,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, penentuan lokasi kebakaran didukung informasi dari BNPB dan Satgas Darat di lapangan. Informasi koordinat titik api tersebut menjadi acuan bagi tim gabungan dalam menyusun perencanaan penyiraman dari udara.

Dengan dukungan pesawat tanker Australia dan koordinasi lintas instansi, operasi pemadaman karhutla di Kaltim diharapkan semakin optimal, terutama dalam menjangkau titik kebakaran yang sulit ditangani melalui jalur darat.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

71

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *