Asap Karhutla Selimuti Teluk Balikpapan, Motoris Speed Boat Khawatir Jarak Pandang

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada pagi hari. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga di daratan, tetapi juga dikeluhkan sejumlah motoris speed boat yang beraktivitas di Pelabuhan Kampung Baru, Balikpapan Barat.

Kabut asap yang terlihat cukup tebal di kawasan Teluk Balikpapan membuat jarak pandang para motoris menjadi terbatas. Kondisi ini menjadi perhatian karena mereka harus tetap melayani penumpang yang melakukan perjalanan dari Balikpapan menuju sejumlah wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Salah seorang motoris speed boat, Aba, mengatakan kabut asap mulai dirasakan dalam sekitar satu pekan terakhir. Selain membuat pernapasan tidak nyaman, asap juga mengganggu pandangan saat mengemudikan perahu, terutama pada pagi hari ketika kondisi kabut cukup tebal.

“Sudah sekitar satu minggu ini kami merasakan kabut asap. Selain mengganggu pernapasan, jarak pandang juga terganggu. Kalau pagi, asapnya sangat tebal di sekitar Teluk Balikpapan,” kata Aba.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat motoris harus meningkatkan kewaspadaan ketika membawa penumpang menyeberangi perairan. Terbatasnya jarak pandang dikhawatirkan dapat menyulitkan pengemudi melihat perahu lain maupun objek yang berada di jalur pelayaran.

Aba mengaku kondisi cuaca di perairan Teluk Balikpapan saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi para motoris. Selain kabut asap, angin kencang dan gelombang tinggi juga menjadi faktor yang harus diperhitungkan sebelum melakukan perjalanan.

“Kalau membawa penumpang dari Balikpapan menuju Penajam, kami tentu khawatir karena jarak pandang terbatas. Selain asap yang tebal, sekarang juga ada angin kencang dan gelombang tinggi,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Sri Herviana, seorang guru sekolah dasar di Jenebora, Kabupaten Penajam Paser Utara. Setiap pagi, ia harus menyeberangi Teluk Balikpapan untuk menjalankan aktivitas mengajar.

Sri mengatakan kabut asap yang muncul beberapa hari terakhir cukup mengganggu pernapasan. Ia juga merasa khawatir ketika harus melakukan perjalanan menggunakan speed boat saat asap sedang pekat karena jarak pandang pengemudi menjadi terbatas.

“Memang sangat mengganggu pernapasan. Kalau kabut asap sedang tebal, saya juga takut saat berlayar karena jarak pandangnya terbatas. Kondisi ini sudah saya rasakan beberapa hari terakhir,” kata Sri.

Meski demikian, Sri bersyukur hingga saat ini masih diberikan kesehatan sehingga dapat menjalankan aktivitas mengajarnya setiap hari.

Kondisi kabut asap di kawasan Teluk Balikpapan menjadi perhatian bagi pengguna transportasi air. Para motoris berharap kondisi udara dan jarak pandang segera membaik agar aktivitas penyeberangan dapat berlangsung dengan aman.

Penulis: Ries
Editor: Alfa

31

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *