Berau Darurat Karhutla, Petugas Kewalahan Atasi 426 Titik Panas

BERAU, Metrokaltim.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, selama tiga pekan terakhir. Pemerintah Kabupaten Berau bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah lokasi terdampak.

Upaya penanganan tersebut dipimpin langsung Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, pada Selasa (18/8/2026).

Berdasarkan data terkini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau, sebanyak 426 titik panas terpantau tersebar di sejumlah wilayah. Titik panas tersebut antara lain terdeteksi di Kecamatan Pulau Derawan, Segah, Kelay, Gunung Tabur, dan Sambaliung.

Kondisi karhutla juga berdampak terhadap jarak pandang (visibility). Jarak pandang terendah tercatat sekitar 2 kilometer, sedangkan jarak pandang terjauh mencapai 8 kilometer.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan karhutla terjadi di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang berlangsung selama beberapa pekan terakhir.

“Pemerintah daerah terus berupaya melakukan penanganan dengan mengerahkan secara maksimal personel pemadam kebakaran ke sejumlah lokasi terdampak,” ujar Sri Juniarsih.

Meski belum terdapat data valid mengenai total luasan lahan yang terbakar, Sri Juniarsih mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih di tengah kondisi cuaca panas saat ini.

Ia juga meminta perusahaan, baik di sektor pertambangan maupun perkebunan, turut berperan aktif membantu pemerintah dalam menangani karhutla yang terjadi di wilayah Berau.

Berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Berau bersama Forkopimda untuk mengatasi karhutla. Pada Rabu pagi (19/8/2026), jajaran Forkopimda bahkan menggelar salat berjemaah untuk memohon turunnya hujan.

Hujan diharapkan dapat membantu meredam dan memadamkan titik-titik karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Berau.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

21

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *