Beroperasi Sejak 2017, Pelayanan RS Pratama Belum Maksimal

Tana Paser, Metrokaltim.com – Wakil Bupati Paser, Syarifah Masitah Assegaf, kembali berkunjung ke tempat fasilitas kesehatan. Seperti yang dilakukan di Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Baru, Kamis (6/5).

Monitoring yang dilakukan itu, guna melihat secara langsung bagaimana fasilitas pelayanan kesehatan. Apalagi, rumah sakit yang beroperasi sejak 2017 itu, tak banyak masyarakat yang menjadikannya rujukan atau pelayanan untuk berobat.

Tak dijumpai adanya penanganan pasien. Begitupun ruang jaga perawat terlihat kosong. Bahkan, ruang poli klinik tak dipergunakan. Dengan dalih, terbatasnya petugas maupun tenaga medis. Sementara fasilitas alat kesehatannya sudah tersedia.

“Bangunan semewah itu dan lengkap, ternyata belum dimanfaatkan maksimal untuk pelayanan pasien. Harus segera dicarikan solusinya,” ucap Syarifah Masitah Assegaf.

Diketahui, RS Pratama selesai pembangunan pada 2016 lalu. Dengan menelan anggaran Rp 39 Miliar. Kondisi fisik bangunan rumah sakit itu mendapat sorotan. Sepeti beberapa plafon mengalami kerusakan. Mengingat sejumlah bagian atap bocor.
Diinformasikan, RS Pratama tujuan didirikannya sebagai tempat rujukan pasien dari puskesmas.

“Sehingga bangunan dan peralatan bisa terjaga dan begitupun kebersihan,” sebut Politisi Golkar itu.

Sementara, Kepala TU RS Pratama, Asmari menerangkan, tenaga medis hanya 3 dokter umum dan 1 dokter gigi. Sedangkan tenaga perawat sebanyak 15 orang.

“Seharusnya sudah ada doktor spesialis dan perlu penambahan dokter umum dan begitupun petugas medis dan lainnya,” jelas dia.

Karena keterbatasan, sehingga pasien kerap dirujuk ke RSUD Panglima Sebaya. “Untuk tenaga kebersihan kita hanya ada dua orang petugas. Jadi pembersihan dilakukan tiga hari sekali untuk lorong,” pungkasnya.

(sya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *