BNPB Salurkan Bantuan untuk Kutai Barat, Perkuat Pemulihan dan Kesiapsiagaan Bencana
FOTO: Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menerima secara simbolis bantuan logistik dan stimulan dari BNPB yang didampingi Danbrigif TP 85/BTC Kolonel Inf Alzaki di Kantor Bupati Kutai Barat. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan pascabencana dan meningkatkan kesiapsiagaan daerah./ doc.
KUTAI BARAT, Metrokaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menerima bantuan logistik dan stimulan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah tersebut.
Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Bupati Kutai Barat dan diterima langsung oleh Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, didampingi jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Komandan Brigade Infanteri TP 85/BTC, Kolonel Inf Alzaki, beserta unsur terkait lainnya.
Bantuan yang diberikan BNPB diharapkan dapat memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat terdampak. Selain bantuan logistik, dukungan stimulan juga menjadi bagian dari langkah percepatan pemulihan di sejumlah wilayah yang membutuhkan perhatian.
Dalam pelaksanaan penyaluran bantuan, unsur TNI menyatakan kesiapan untuk mendukung distribusi logistik, termasuk menjangkau daerah-daerah pedalaman yang memiliki akses terbatas. Dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam penanganan kebencanaan di Kutai Barat.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyambut baik bantuan yang diberikan BNPB serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri. Bantuan tersebut akan segera didistribusikan kepada masyarakat sesuai kebutuhan dan prioritas di lapangan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur terkait, diharapkan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih optimal sekaligus meningkatkan kesiapan daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
37
