Disdikbud Terus Evaluasi Penerapan PTM Terbatas, Tidak Ada Indikasi Anak Tertular Covid-19

Balikpapan, Metrokaltim.com – Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan terus mengevaluasi hasil dari penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang berjalan dengan lancar dan aman.

Setelah seminggu ditetapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 di Balikpapan, Pemkot menerapkan PTM terbatas, sejak Senin (11/10) lalu. Dan akan dilanjutkan jika masih berada di PPKM level 2 sampai 18 Oktober lalu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Muhaimin, mengatakan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi PTM terbatas secara berkala. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan PTM, apakah berjalan dengan lancar atau tidak.

“Bahkan selama pelaksanaan PTM terbatas, tidak ada indikasi anak yang tertular covid-19. Baik di PAUD, SD dan SMP,” ucap Muhaimin didepan awak media, Senin (18/10) lalu.

Untuk mencegah terjadi cluster di sekolah, pihaknya meminta agar penerapan protokol kesehatan (Prokes) di setiap sekolah dilakukan secara ketat, sesuai dengan instruksi pemerintah kota.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan tidak terjadi, tidak ada klaster di sekolah,” harapnya.

Muhaimin menjelaskan, dengan adanya PTM ini juga akan menambah siswa untuk ikut, meski awalnya mereka ragu, baik itu dari orang tua maupun dari siswanya. Karena seluruh pihak yang terlibat langsung menyambut positif dengan merespon penerapan prokes secara ketat.

“Apalagi anak SMP sudah ada yang divaksin dua kali. Lalu orang tua yang awalnya ragu, sekarang sudah mulai banyak yang mengikutkan anaknya untuk PTM terbatas,” akunya.

Tidak hanya itu, dirinya juga akan menerima masukan dari puskemas yang ada di masing-masing wilayah sekolah. Dan monitoring yang dilakukan pihak Kecamatan dan Kelurahan.

Menurutnya, evaluasi secara berjenjang penting dilakukan untuk melihat sejauh mana proses belajar dan mengajar berjalan, terutama dari aspek kesehatan guna mencegah potensi penularan virus corona di setiap sekolah.

Sementara, mengingat Balikpapan masih masuk dalam PPKM level 2 dan menunggu keputusan pemerintah Pusat dan Kota. Jika masih bisa menerapkan PTM, pihaknya masih melakukan PTM terbatas dengan yang dilakukan sebelumnya.

“Kan kita tidak boleh juga langsung mentang-mentang status covid kita rendah tiba-tiba kita langsung ngotot misalnya langsung 75 persen, tidak bisa begitu,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan pelaksanaan PTM dengan terbatas dan bertahap. Dengan melihat tingkat kasus covid-19 dan pencapaian vaksinasi anak sekolah. Tahapan itu dilakukan sampai situasi dan kondisi benar-benar memungkinkan dan aman.

“Ini juga sambil menunggu pelaksanaan vaksin di sekolah-sekolah yang sekarang baru sekitar 71 persen untuk SMP,” pungkasnya.

(Mys/riyan)

3

Leave a Reply

Your email address will not be published.