Dua Orang Ditemukan Positif saat Mengikuti Rapid Antigen Acak di Pasar Segar

Balikpapan, Metrokaltim.com – Satgas Covid-19 kota Balikpapan bersama Forkopimda melaksanakan rapid tes antigen secara acak di Pasar Segar, Balikpapan Baru, Jumat (25/6) malam.

Wali kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, sasaran ini dilakukan mengingat banyaknya anak muda yang nongkrong dan berkerumun, sehingga rawan penyebaran covid-19. Disamping itu, ia juga gencar melakukan sosialisasi tentang pentingnya protokol kesehatan (Prokes) dengan menjaga jarak dan memakai masker.

“Ini adalah ikhtiar kita untuk mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran covid di Balikpapan,” ucap Rahmad Mas’ud.

Dalam peninjauan, pihaknya juga melakukan sampling random kepada para pengunjung sekitar Pasar Segar yang berkumpul. Dan ada 12 pengunjung yang diminta untuk melakukan test antigen, mulai dari pemilik cafe, pengunjung cafe dan pengunjung arena bola sodok (billiar) Pasar Segar.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud bersama Forkopimda saat memberikan imbauan pengetattan prokes di Pasar Segar.

Dari hasil tes, dua orang ditemukan positif, sehingga diminta untuk melakukan test PCR keesokan harinya (26/6) untuk memastikan.

“Jadi kami menemukan dua hasil test rapid antigen dimana satu garis tegas dan satu garis samar. Biasanya kita mengatakan ini fault positif atau fault negatif untuk itu kita harus melakukan pemeriksaan yang lebih tepat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan dr Andi Sri Juliarti di depan awak media.

Dirinya menjelaskan, kedua pengunjung akan menjalani prosedur lebih lanjut untuk memastikan apakah positif covid-19 atau tidak. Dan berpesan untuk tidak khawatir karena semua ditanggung pemerintah.

“Tadi kami sudah berkomunikasi untuk mengarahkan pemeriksaan besok dan akan tetap difasilitasi pemerintah pemeriksaan PCR nya,” sambung Dio panggilan akrabnya.

Ia menuturkan, pres reales hari ini (25/6), ada 144 kasus terkonfirmasi positif. Dimana 73 kasus bergejala dan harus di rawat di rumah sakit. Sementara, 57 kasus hasil dari perluasan tracing yang dilakukan bersama antara Puskesmas, Satgas PPKM Mikro, Babinsa hingga Babinkamtibmas. Dan 4 ditemukan saat akan melakukan perjalanan, serta 10 kasus ditemukan Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Tracing ini adalah kegiatan pencarian penularan kasus, dan menemukan 57 perluasan kasus,” pungkasnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *