Erupsi Anak Krakatau Bikin Penerbangan di Balikpapan Kacau, 2.059 Penumpang Terdampak
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Sejumlah penerbangan kedatangan dan keberangkatan mengalami penundaan hingga pembatalan akibat dampak erupsi tersebut.
Pejabat Sementara General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Rizal Aris Laksono, mengatakan dampak erupsi Gunung Krakatau turut memengaruhi penerbangan yang menghubungkan Balikpapan dengan sejumlah daerah, terutama rute menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.
“Kami sampaikan dari Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, bahwasannya dampak dari erupsi Gunung Krakatau itu berdampak juga untuk penerbangan-penerbangan yang ada di Sepinggan, baik kedatangan maupun keberangkatan,” kata Rizal.
Ia menjelaskan, hingga pukul 13.00 Wita terdapat sejumlah penerbangan yang terdampak. Berdasarkan data yang tersedia, sebanyak 11 penerbangan kedatangan dan 13 penerbangan keberangkatan mengalami gangguan.
“Total ada 11 kedatangan dan 13 keberangkatan. Sebagian besar rutenya ke Cengkareng dan ada satu rute ke Bandung,” ujarnya.
Gangguan tersebut membuat sejumlah pesawat yang seharusnya terbang menuju Balikpapan tidak dapat diberangkatkan dari bandara asal. Kondisi serupa juga terjadi pada penerbangan dari Balikpapan menuju sejumlah bandara tujuan.
Terkait kondisi penumpang, Rizal menyebut maskapai telah menyiapkan sejumlah opsi bagi penumpang yang penerbangannya terdampak. Beberapa penumpang mendapatkan layanan pengembalian dana atau refund, sementara sebagian lainnya memilih menjadwalkan ulang penerbangan atau reschedule.
“Jadi, dari data di lapangan, sebagian besar memang dilakukan refund, ada juga sebagian yang dilakukan reschedule,” jelasnya.
Sejumlah maskapai yang penerbangannya terdampak antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air, Super Air Jet, dan Batik Air.
Rizal mengatakan jumlah penerbangan yang terdampak masih berpotensi bertambah. Hal itu bergantung pada perkembangan aktivitas erupsi serta kondisi di Bandara Soekarno-Hatta yang juga membutuhkan proses pembersihan landasan pacu.
“Sangat mungkin itu terjadi karena sampai saat ini masih perlu dilakukan pembersihan runway juga di Soekarno-Hatta dan kita juga menunggu kepastian erupsi,” katanya.
Menurutnya, apabila erupsi masih berlangsung dan arah angin membawa material vulkanik menuju wilayah barat, termasuk Cengkareng dan sekitarnya, gangguan penerbangan dapat berlangsung lebih lama.
“Kalau erupsinya masih terus berlanjut dan arah angin menuju ke arah barat, atau masih akan menimpa area Cengkareng dan sekitarnya, tentunya masih membutuhkan penambahan waktu,” ujarnya.
Sebaliknya, jika aktivitas erupsi berhenti dan hanya tersisa proses pembersihan landasan pacu, kondisi penerbangan diperkirakan dapat kembali normal dalam waktu yang lebih singkat.
Hingga pukul 13.00 Wita, gangguan penerbangan dari Balikpapan tercatat terutama terjadi pada rute menuju Cengkareng dan Bandung.
Sementara itu, jumlah penumpang yang terdampak mencapai 2.059 orang. Angka tersebut merupakan total penumpang penerbangan kedatangan dan keberangkatan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan yang terdampak hingga pukul 13.00 Wita.
Pihak bandara terus memantau perkembangan kondisi dan berkoordinasi dengan maskapai terkait penanganan penumpang serta perkembangan operasional penerbangan.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
150
