Gelombang Kekhawatiran Warga Menguat, Mahasiswa Soroti Maraknya Isu Begal di Balikpapan

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Peningkatan isu begal di Kota Balikpapan menjadi salah satu sorotan dalam aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Balikpapan Bergerak di depan Kantor DPRD Balikpapan, Senin (15/6/2026) siang. Massa aksi yang terdiri dari mahasiswa menilai maraknya informasi terkait tindak kriminalitas telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya di sejumlah kawasan yang dianggap rawan kejahatan.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai keluhan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat. Mereka menyoroti banyaknya informasi mengenai dugaan aksi begal yang beredar di masyarakat dan media sosial. Menurut mereka, isu tersebut telah menimbulkan kekhawatiran, baik di kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum yang beraktivitas pada malam hari.

Koordinator Lapangan Aliansi Balikpapan Bergerak, Wisnu Nugroho, mengatakan keamanan di sejumlah wilayah Kota Balikpapan saat ini menjadi perhatian serius masyarakat. Ia menilai perlu adanya peningkatan langkah pencegahan serta kehadiran aparat keamanan di titik-titik yang dianggap rawan tindak kriminalitas.

Menurut Wisnu, masyarakat membutuhkan kepastian dan rasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan dan patroli guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol. Jerrold Kumontoy menegaskan bahwa pihak kepolisian terbuka terhadap berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa maupun masyarakat. Ia menjelaskan, isu begal yang sempat berkembang luas di tengah masyarakat berawal dari kasus pembacokan yang terjadi di wilayah Sepinggan.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan kasus begal, melainkan tindak penganiayaan. Jerrold menyebut pelaku dalam kasus tersebut telah berhasil diamankan dan saat ini telah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, Polresta Balikpapan menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan polisi terkait tindak pidana begal sebagaimana yang ramai diperbincangkan masyarakat. Meski demikian, kepolisian memastikan tetap meningkatkan patroli dan pengawasan di sejumlah titik yang dinilai rawan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Jerrold menambahkan, seluruh masukan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi unjuk rasa tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan atau menjadi korban tindak kriminalitas agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Dengan adanya komunikasi antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan, diharapkan upaya menjaga situasi kamtibmas di Kota Balikpapan dapat semakin optimal serta mampu memberikan rasa aman bagi seluruh warga.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

35

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *