Hilangkan Keresahan Petani, Pabrik Porang Hadir di Paser

Tana Paser, Metrokaltim.com – Kini petani Porang di Kabupaten Paser, tak perlu khawatir, khususnya mengenai siapa pembeli pada saat petani panen nanti. Mengingat saat ini bayang-bayang itu terus menghantui dan menjadi momok untuk mengawali penanaman porang di Kabupaten Paser.

Keresahan akan hal itu, tampaknya tak bakal dirasakan lagi. Karena kini telah hadir Sentra Pengolahan Porang Paser yang diinisiasi oleh kelompok petani muda yang tergabung Atap Daun Edukasi. Sentra pengolahan tersebut tepatnya di Jalan Hos Cokroaminoto, Kecamatan Tanah Grogot. Pabrik tersebut akan mulai beroperasi pada tanggal 10 Mei 2021.

“Pertanyaan petani pada saat mau menanam porang yaitu siapa yang beli?. Maka petani porang berasosiasi jadi koperasi dan membentuk sistem mendirikan pabrik pengolahan porang sendiri. Berarti secara otomatis ada pembeli dari umbi Porang. Dan tentunya yang membeli adalah asosiasi petani itu sendiri yang tergabung dalam koperasi” kata Inisiator Sentra Pengolahan Umbi Porang Paser, Ade Muriyono, ditemani Ketua KP3, Noviandra, Selasa (4/5).

Alasan dari dibangunnya pabrik di Kabupaten Paser, diterangkan Ade, hal itu timbul dari keresahan para petani Porang mengenai pasca panen umbi porang. “Akhirnya kami (KP3 dan Atap Daun Edukasi) berinisiatif membentuk sistem dari para petani itu sendiri untuk membuat pabrik secara swadaya,” terang dia.

Untuk anggota koperasi, noviandra telah mengeklaim jika terdapat 300-an petani Porang dibawah naungan Atap Daun Edukasi. Pihaknya pun secara tegas, siap membeli hasil panen petani. Tentunya dengan harga yang lebih menguntungkan.

“Kalau di tengkulak Rp 6 per kilogram. Tapi di Atap Daun, kami beli Rp 8 per kilogram. Tentunya petani juga merasa diuntungkan dan akan lebih semangat menanam porang kedepannya,” ungkap Noviandra.

Baik Ade maupun Noviandra mengharapkan petani bersungguh-sungguh dalam budidaya Porang. Karena cukup menghasilkan dan membantu meningkatkan perekonomian kedepan.

“Mudah–mudahan tanaman Porang ini menjadi andalan ke depan untuk Kabupaten Paser, ” harap keduanya.

Sebagai catatan, kebutuhan Glukomanan Porang mencapai 600 juta ton. Namun, yang terpenuhi baru 30 juta ton pada 2020 lalu. Ini pun menjadi tantangan. Untuk di Kalimantan Timur sendiri, luasa lahan porang yang tersebar mencapai 124 hektare. Dan 24 hektare diantaranya berada di Kabupaten Paser. “Tahun ini KP3 mencanangkan plasma porang paser seluas 200 hektar untuk menopang sentra pengolahan porang paser Atap Daun Edukasi,” tutup Noviandra.

(sya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *