IJTI Balikpapan dan Ditintelkam Polda Kaltim Perkuat Sinergi, Tangkal Hoaks hingga Edukasi Masyarakat

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Balikpapan melakukan audiensi dengan Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Kalimantan Timur, Selasa (28/10/2026) sore. Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara insan pers dan kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Kehadiran pengurus IJTI Korda Balikpapan disambut langsung oleh Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Kaltim, Kombes Pol Siswanto Mukti, di ruang kerjanya. Audiensi tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan keberadaan IJTI Korda Balikpapan kepada pejabat baru, tetapi juga memperkuat komunikasi dan kerja sama yang selama ini telah terjalin antara jurnalis televisi dan jajaran kepolisian di Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan.

Dalam pertemuan itu, Kombes Pol Siswanto Mukti menekankan pentingnya silaturahmi dan pertukaran informasi untuk mendukung penyampaian berita yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan. “Terima kasih rekan-rekan IJTI Korda Balikpapan sudah berkenan untuk bersilaturahmi. Ini menjadi ajang bertukar informasi yang membangun, terlebih Balikpapan merupakan salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan insan pers perlu terus ditingkatkan agar informasi yang diterima masyarakat memiliki nilai edukasi dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Sementara itu, Ketua IJTI Korda Balikpapan, Yanuar Riswandanu, menyampaikan bahwa hubungan dan kolaborasi antara IJTI dengan Ditintelkam Polda Kaltim selama ini telah berjalan dengan baik. Ia menjelaskan, IJTI turut bersinergi dengan kepolisian melalui berbagai kegiatan sosial dan edukasi kepada masyarakat, termasuk kunjungan ke sekolah untuk memperkenalkan peran jurnalis serta memberikan pemahaman mengenai bahaya berita bohong atau hoaks.

Menurut Yanuar, di tengah maraknya penyebaran informasi melalui media sosial, jurnalis televisi memiliki tanggung jawab untuk menyajikan pemberitaan yang berimbang dan berdasarkan fakta.
Terkait isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ia menilai pemberitaan tidak hanya perlu menyoroti dampak buruk kebakaran, tetapi juga upaya pemerintah dan kepolisian dalam memadamkan api.

“Tidak hanya dampak buruk karhutla yang disampaikan kepada masyarakat. Upaya pemerintah dan kepolisian yang berjibaku memadamkan kebakaran juga penting diberitakan agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh,” ungkapnya.

Ia berharap, sinergi IJTI dan kepolisian semakin kuat sehingga mampu menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, dan berimbang, sekaligus membantu masyarakat terhindar dari informasi menyesatkan yang beredar di media sosial.

Diakhir pertemuan IJTI Korda Balikpapan menyerahkan Plakat IJTI Korda Balikpapan.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

29

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *