Polda Kaltim dan Unmul Uji Inovasi SAA, Diklaim Lebih Cepat Padamkan Karhutla
FOTO:Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro bersama Universitas Mulawarman menguji inovasi Surface Active Agent (SAA) sebagai alternatif pemadam kebakaran hutan dan lahan. Bahan pemadam ini diharapkan mampu mempercepat penanganan karhutla di Kalimantan Timur (28/10/2026).
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) bersama Universitas Mulawarman (Unmul) menguji penggunaan Surface Active Agent (SAA) sebagai alternatif untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahan pemadam hasil inovasi lokal tersebut diuji melalui simulasi dengan membandingkan efektivitasnya terhadap penggunaan air.
Simulasi digelar di Markas Polda Kaltim, Rabu (28/10/2026). Pengujian dilakukan pada sejumlah karakter lahan, mulai dari lahan biasa, gambut hingga batu bara, untuk melihat kemampuan SAA dalam membantu proses pemadaman api.
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, mengatakan inovasi tersebut merupakan hasil pengembangan bersama Universitas Mulawarman yang diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan karhutla di Kalimantan Timur.
“Hari ini kami bersama Universitas Mulawarman melakukan simulasi terhadap bahan kimia yang dinamakan Surface Active Agent atau SAA, yang merupakan inovasi dari Unmul,” kata Endar.
Dalam simulasi tersebut, petugas memperagakan pemadaman api menggunakan SAA dan air sebagai pembanding. Hasil pengujian awal menunjukkan api yang disemprot menggunakan SAA lebih cepat padam. Selain itu, suhu di lokasi kebakaran juga lebih cepat mengalami penurunan.
Menurut Endar, hasil awal tersebut menunjukkan SAA berpotensi menjadi salah satu alternatif untuk mendukung penanganan karhutla, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.
“Menurut kita sangat bermanfaat untuk menangani karhutla yang ada di Kalimantan Timur. Ini produk lokal yang saya lihat tadi juga lebih efektif, efisien dan ekonomis dibandingkan dengan beberapa bahan kimia yang lain,” ujarnya.
Meski demikian, Polda Kaltim tetap akan membandingkan berbagai bahan pemadam untuk menentukan metode yang paling sesuai dengan kondisi di lapangan. Evaluasi diperlukan agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara optimal.
“Yang terbaik harus kita upayakan semuanya. Ada plus minusnya, tetapi mana yang terbaik akan kita lakukan,” tegas Endar.
Sebagai langkah awal penerapan, Polda Kaltim menyiapkan 1.500 liter SAA untuk didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan penanganan karhutla. Pihak yang memerlukan bahan tersebut dapat berkoordinasi dengan Universitas Mulawarman.
“Saat ini 1.500 liter tahap awal. Kemudian dari teman-teman yang lain yang membutuhkan penggunaan itu, silakan berhubungan dengan teman-teman dari Universitas Mulawarman,” katanya.
Di sisi lain, Endar menyebut jumlah titik panas (hotspot), titik api, dan luasan lahan terbakar di Kalimantan Timur mulai menurun. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap ancaman karhutla, terutama di tengah pengaruh fenomena El Nino. Endar juga mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Saya mengajak masyarakat, tolong jangan membuka lahan dengan proses pembakaran,” pungkasnya.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
38
