Isak Tangis Keluarga Pecah, 3 Korban Kapal Feri Dharma Kartika IX Teridentifikasi di RS Bhayangkara Balikpapan

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Isak tangis keluarga korban tragedi kapal feri miring di Pelabuhan Semayang, Kota Balikpapan, pecah di Rumah Sakit Bhayangkara, Selasa (pagi). Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga setelah tiga penumpang dinyatakan meninggal dunia dalam insiden tersebut.

TIM DVI Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan mengidentifikasi Ketiga korban meninggal dunia masing-masing satu orang laki-laki dan dua orang perempuan. Korban laki-laki diketahui bernama Idham Rafi, sementara dua korban perempuan bernama Nani dan Nurlina. Seluruh korban merupakan warga Sulawesi Selatan yang saat kejadian berada di dalam Kapal Feri Dharma Kartika IX.

Suasana haru tak terbendung saat jenazah para korban dibawa ke RS Bhayangkara Balikpapan untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Tangisan keluarga dan kerabat terdengar memenuhi lorong rumah sakit, mencerminkan duka mendalam atas kepergian orang-orang tercinta yang tak pernah mereka duga sebelumnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Basarnas Balikpapan, Doddy Setiawan, menjelaskan bahwa ketiga korban meninggal dunia akibat terjepit di antara truk yang berada di dalam kapal feri saat kapal dalam posisi miring.

“Ketiga korban ini terjepit truk saat kapal feri dalam kondisi miring ketika akan sandar di Pelabuhan Semayang pada Selasa pagi,” ujar Doddy Setiawan kepada awak media.

Menurutnya, insiden terjadi ketika Kapal Feri Dharma Kartika IX hendak melakukan proses sandar di pelabuhan. Namun, kapal tiba-tiba mengalami kemiringan yang menyebabkan sejumlah kendaraan, termasuk truk bermuatan sembako, bergeser dan menekan penumpang yang berada di sekitarnya.

Proses evakuasi korban, lanjut Doddy, berlangsung cukup sulit dan memakan waktu. Hal ini disebabkan banyaknya muatan sembako yang diangkut oleh truk-truk di dalam kapal sehingga petugas harus mensterilkan lokasi terlebih dahulu sebelum dapat menjangkau para korban.

“Evakuasi tidak mudah karena muatan truk cukup padat. Petugas harus mengamankan dan memindahkan sebagian muatan agar korban bisa dievakuasi dengan aman,” jelasnya.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan petugas pelabuhan akhirnya berhasil mengevakuasi ketiga korban dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara itu, sejumlah penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

497

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.